Trump Sebut Penyelidikan FBI Terhadap Dirinya Tanpa Bukti dan Alasan - Kompas.com

Trump Sebut Penyelidikan FBI Terhadap Dirinya Tanpa Bukti dan Alasan

Kompas.com - 13/01/2019, 09:29 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada konferensi pers di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, Rabu (26/9/2018). (AFP/Nicholas Kamm). Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada konferensi pers di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, Rabu (26/9/2018). (AFP/Nicholas Kamm).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengecam tindakan Biro Investigasi Federal ( FBI) yang melakukan penyelidikan terhadap dirinya.

Trump menyebut penyelidikan FBI yang menuduh dirinya telah bekerja untuk Rusia sebagai hal yang tanpa bukti dan tanpa dasar.

Diberitakan sebelumnya oleh The New York Times, pada Sabtu (12/1/2019), bahwa FBI telah menggelar penyelidikan dugaan kriminal dan kontra-intelijen itu setelah Trump memecat direktur FBI James Comey pada Mei 2017.

Operasi kontra-intelijen dilakukan untuk menentukan apakah Trump bekerja bagi Rusia secara sukarela atau tidak, dan menentukan apakah dia termasuk ancaman nasional.


Baca juga: FBI Selidiki Dugaan Trump Bekerja bagi Rusia

Sementara penyelidikan kriminal digelar untuk melihat apakah terdapat unsur pelanggaran dalam pemecatan Comey.

Penyelidikan itu digabung ke dalam tim yang dipimpin Robert Mueller, yang juga menyelidiki dugaan intervensi Rusia di Pilpres AS 2016.

"Wow, baru tahu di Failing New York Times bahwa para mantan pemimpin FBI, yang hampir seluruhnya dipecat atau dipaksa meninggalkan agensi karena beberapa alasan yang sangat buruk, telah menggelar penyelidikan terhadap saya, dengan tanpa alasan dan tanpa bukti, setelah saya memecat James Comey. Sangat tercela!" tulis Trump dalam twitnya.

Dalam twit lainnya, Trump menyebut FBI saat dipimpin Comey berada dalam kekacauan, salah satunya dalam penyelidikan penggunaan jaringan pribadi oleh Hillary Clinton saat mengirim email pemerintah.

"Pemecatan James Comey adalah salah satu hari yang baik bagi Amerika," tulis Trump, sambil menyebut mantan direktur FBI itu sebagai petugas tak jujur.

Diberitakan The New York Times, FBI sudah mencurigai Trump berhubungan dengan Kremlin sejak masa kampanye Pilpres 2016. Namun, mereka memilih tak melakukan penyelidikan.

Investigasi baru digelar setelah Comey dipecat karena disebut menolak untuk bersumpah setia kepada Trump dan membatalkan penyelidikan.

Baca juga: Stasiun Televisi Lokal AS Tayangkan Rekaman Pidato Trump yang Direkayasa


Terkini Lainnya

Kuasa Hukum Plt Kepala BPPKAD Gresik Sebut Uang Potongan Insentif oleh Kliennya untuk Biaya Kegiatan

Kuasa Hukum Plt Kepala BPPKAD Gresik Sebut Uang Potongan Insentif oleh Kliennya untuk Biaya Kegiatan

Regional
Polisi Tangkap Aris Indonesian Idol Terkait Kasus Narkoba

Polisi Tangkap Aris Indonesian Idol Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Megapolitan
Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Nasional
Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Internasional
Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Nasional
Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Regional
Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Nasional
Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Internasional
Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Nasional
Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

Nasional
Pengalaman Mencoba Akses WiFi Gratis di Stasiun Jabodetabek...

Pengalaman Mencoba Akses WiFi Gratis di Stasiun Jabodetabek...

Megapolitan
Berpose dengan Senapan, Perempuan Ini Mengaku Tak Sengaja Tembak Pacarnya

Berpose dengan Senapan, Perempuan Ini Mengaku Tak Sengaja Tembak Pacarnya

Internasional
Sarana dan Prasarana Canggih yang Akan Dibangun di TPST Bantargebang

Sarana dan Prasarana Canggih yang Akan Dibangun di TPST Bantargebang

Megapolitan
Konsulat Malaysia Tak Kirim Bantuan Hukum untuk Warganya yang Terjerat Kasus Pijat Ilegal

Konsulat Malaysia Tak Kirim Bantuan Hukum untuk Warganya yang Terjerat Kasus Pijat Ilegal

Regional

Close Ads X