Di India, Ada Tiket Naik Pesawat Dijual Rp 11.000 untuk Tidak Terbang ke Mana-mana - Kompas.com

Di India, Ada Tiket Naik Pesawat Dijual Rp 11.000 untuk Tidak Terbang ke Mana-mana

Kompas.com - 13/01/2019, 08:05 WIB
Anak-anak mendengarkan penjelasan penggunaan jaket pelampung, saat mengunjungi wahana simulasi penumpang pesawat di India.AL ARABIYA ENGLISH / YOUTUBE Anak-anak mendengarkan penjelasan penggunaan jaket pelampung, saat mengunjungi wahana simulasi penumpang pesawat di India.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Tidak semua orang pernah merasakan bagaimana rasanya naik pesawat. Bahkan banyak yang masih beranggapan bahwa pesawat merupakan sarana transportasi yang mahal.

Tetapi di India, ada tiket pesawat yang dijual dengan sangat murah, yakni kurang dari Rp 20.000, meski pesawat itu tidak akan membawa penumpangnya terbang ke mana pun.

Adalah Bahadur Chand Gupta, seorang pensiunan teknisi pesawat yang kemudian memiliki ide untuk membuat sebuah wahana simulasi penumpang pesawat.

Memanfaatkan sebuah pesawat yang sudah tidak terpakai, Gupta mewujudkan impian bagi mereka yang ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi penumpang pesawat.


Baca juga: Pria di India Beli Tiket Pesawat Supaya Bisa Mencopet di Bandara

Dengan hanya membayar sebesar 60 rupee (sekitar Rp 11.000), para pengunjung akan mendapatkan tiket pesawat, masuk ke dalam pesawat, mendengarkan instruksi keamanan, menikmati makanan ringan, bahkan berkesempatan melihat isi ruang kokpit.

Gupta mengisahkan, awal mula dirinya terpikir membangun wahana tersebut demi memberi kesempatan kepada orang-orang, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu, untuk turut merasakan pengalaman menjadi penumpang pesawat.

"Saya mengawali petualangan ini pada 2002 untuk orang-orang kurang mampu yang tidak bisa membeli tiket penerbangan. Saya memperlihatkan kepada mereka pesawat terbang ini," ujar Gupta.

Wahana simulasi penumpang pesawat itu menggunakan sebuah pesawat Airbus 300 yang diparkir secara permanen di sebuah lahan di ibu kota India.

Gupta menceritakan, bagaimana dirinya, yang berasal dari sebuah desa kecil bernama Haryana, yang ada di pusat India.

"Saya adalah sarjana teknik pertama dari desa tempat saya berasal. Saat saya kembali ke desa setelah bergabung dengan Indian Airlines, orang-orang di desa mengatakan jika mereka ingin melihat pesawat terbang."

Baca juga: Inilah Negara dengan Harga Tiket Pesawat Termurah dan Termahal

"Dalam satu kesempatan, saya pun membawa salah seorang warga desa untuk melihat bagian dalam pesawat, dengan syarat dia tidak akan membuat gaduh."

"Tapi pada kenyataannya dia menjadi terlalu bersemangat dengan apa yang dilihatnya dan akhirnya mulai berteriak kegirangan. Itu adalah sebuah pengalaman yang memalukan," ujar Gupta.

Sejak saat itu Gupta pun berpikir bagaimana agar dapat memenuhi harapan mereka yang ingin melihat pesawat tanpa mengganggu keamanan dan terciptalah wahana tersebut.

"Saat ini saya melihat banyak anak-anak sekolah dari berbagai tingkat datang kemari untuk wisata edukasi," kata dia.

Tak hanya anak-anak, sejumlah orang dewasa pun banyak yang mengunjungi wahana simulasi itu. Baik yang mengantarkan anak-anak mereka atau yang sengaja datang untuk merasakan pengalaman menjadi penumpang pesawat.

Selain simulai menjadi penumpang pesawat, di tempat itu para pengunjung juga diajak mempelajari tindakan yang harus diambil saat terjadi kecelakaan dalam penerbangan, seperti saat terjadi penurunan tekanan dalam kabin, cara menggunakan jaket pelampung, secara percobaan evakuasi.

Baca juga: Wilayah di Dunia dengan Harga Tiket Pesawat Paling Murah


Terkini Lainnya

Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Megapolitan
Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Nasional
Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Internasional
Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Nasional
Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Regional
Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Nasional
Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Internasional
Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Nasional
Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

Nasional
Pengalaman Mencoba Akses WiFi Gratis di Stasiun Jabodetabek...

Pengalaman Mencoba Akses WiFi Gratis di Stasiun Jabodetabek...

Megapolitan
Berpose dengan Senapan, Perempuan Ini Mengaku Tak Sengaja Tembak Pacarnya

Berpose dengan Senapan, Perempuan Ini Mengaku Tak Sengaja Tembak Pacarnya

Internasional
Sarana dan Prasarana Canggih yang Akan Dibangun di TPST Bantargebang

Sarana dan Prasarana Canggih yang Akan Dibangun di TPST Bantargebang

Megapolitan
Konsulat Malaysia Tak Kirim Bantuan Hukum untuk Warganya yang Terjerat Kasus Pijat Ilegal

Konsulat Malaysia Tak Kirim Bantuan Hukum untuk Warganya yang Terjerat Kasus Pijat Ilegal

Regional
4 Fakta Pengedar yang Simpan dan Konsumsi Narkoba di Sekolah Jakarta Barat

4 Fakta Pengedar yang Simpan dan Konsumsi Narkoba di Sekolah Jakarta Barat

Megapolitan
Status Siaga, Gunung Soputan Keluarkan Asap hingga 100 Meter dari Puncak

Status Siaga, Gunung Soputan Keluarkan Asap hingga 100 Meter dari Puncak

Regional

Close Ads X