Shutdown Era Trump Jadi yang Terpanjang dalam Sejarah AS

Kompas.com - 12/01/2019, 14:50 WIB
Serikat pekerja menggelar unjuk rasa di depan Gedung Putih, Washington DC, pada Kamis (10/1/2019), menuntut pemerintah segera mengakhiri shutdown. AFP / NICHOLAS KAMMSerikat pekerja menggelar unjuk rasa di depan Gedung Putih, Washington DC, pada Kamis (10/1/2019), menuntut pemerintah segera mengakhiri shutdown.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Masa penutupan layanan pemerintahan Amerika Serikat ( AS) parsial telah memasuki hari ke-22 pada Sabtu (12/1/2019).

Dilaporkan AFP, shutdown yang terjadi di era pemerintahan Presiden Donald Trump sejak 22 Desember menjadi yang terpanjang dalam sejarah AS.

Rekor sebelumnya terjadi pada masa pemerintahan Presiden Bill Clinton 1995-1996, di mana saat itu shutdown berlangsung selama 21 hari.

Baca juga: Terdampak Shutdown, Pegawai Pemerintah AS Ramai Galang Dana di Internet

Perseteruan antara Trump dengan oposisi dari Partai Demokrat terkait pembangunan tembok perbatasan di Meksiko berdampak pada 800.000 pegawai negeri.

Pekerja seperti agen Badan Investigasi Federal (FBI), pengatur lalu lintas udara, hingga staf museum tak menerima cek gajinya Jumat (11/1/2019).

Ketika mengunjungi perbatasan di Rio Grande Texas, Trump sempat mengancam bakal mendeklarasikan status darurat negara.

Status itu memberikannya otoritas untuk melanjutkan keinginannya membangun tembok perbatasan menggunakan dana Kementerian Pertahanan.

Namun dalam pertemuan di Gedung Putih, presiden berusia 72 tahun itu nampaknya kembali menarik diri dari ancamannya tersebut.

Dia menjelaskan deklarasi status darurat negara merupakan "jalan keluar tercepat. "Namun saya tak akan melakukannya cepat-cepat," katanya.

Dia masih menunggu Kongres AS untuk mengesahkan proposal dana sebesar 5,7 miliar dollar AS, sekitar Rp 80,3 triliun, untuk membangun tembok.

Halaman:


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X