Biografi Tokoh Dunia: Jeff Bezos, Bos Amazon dan Orang Terkaya Dunia

Kompas.com - 11/01/2019, 22:20 WIB
Pendiri Amazon.com, Jeff BezosRichard Brian/Reuters Pendiri Amazon.com, Jeff Bezos

KOMPAS.com - Jeffrey Preston Bezos, lebih dikenal sebagai Jeff Bezos, merupakan pendiri, presiden, sekaligus CEO perusahaan teknologi Amazon.

Dia merupakan pengusaha dari Amerika Serikat (AS) yang menjadi salah satu sosok dalam pertumbuhan industri e-commerce.

Di bawah komandonya, Amazon menjadi retailer terbesar di jaringan situs dunia, dan menjadi model bagi penjualan melalui internet.

Baca juga: Umumkan Cerai Lewat Twitter, Jeff Bezos Tuai Pujian

Berkat Amazon, Bezos menjadi orang terkaya dunia dengan kekayaan senilai 150 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 2.108 triliun.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan biografi dari pria yang juga mendirikan perusahaan dirgantara Blue Origin pada 2000 itu.

1. Masa Kecil
Bezos lahir pada 12 Januari 1964 di Albuquerque, New Mexico, dari pasangan Jacklyn Gise Jorgensen dan warga Chicago Ted Jorgensen.

Setelah bercerai dengan Ted, Jacklyn menikahi imigran Kuba bernama Miguel "Mike" Bezos pada April 1968, dan mengadopsi Jeff serta mengganti marganya menjadi Bezos.

Setelah Bezos menjadi remaja, keluarganya pindah ke Miami di mana dia bersekolah di SMA Miami Palmetto sambil bekerja di restoran cepat saji McDonald's.

Dia mengikuti Program Pelatihan Sains Siswa di Universitas Florida, meraih penghargaan Silver Knight pada 1982 serta Beasiswa Merit Nasional.

Pada 1986, dia lulus dari Universitas Princeton sebagai Sarjana Sains di bidang teknik listrik dan sains komputer dengan nilai rata-rata 4,2.

Setelah lulus, Bezos mendapat tawaran dari sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Intel, Bell Labs, maupun firma konsultasi Andersen Consulting.

Dia pertama kali bekerja di Fitel, startup di bidang telekomunikasi finansial dengan tugas membuat jaringan internet bagi perdagangan internasional.

Dia kemudian berpindah pekerjaan antara lain di Bankers Trust, hingga perusahaan investasi DE Shaw & Co yang baru didirikan pada 1990.

Baca juga: Istirahat Cukup, Rahasia Sukses ala Jeff Bezos

2. Mendirikan Amazon
Pada akhir 1993, Bezos memutuskan untuk menjual buku secara daring. Dia meninggalkan pekerjaannya di DE Shaw dan fokus merintis usahanya sendiri.

Bersama sejumlah karyawan, dia mendirikan Amazon.com pada 5 Juli 1994 di garasi rumah. Nama Amazon sendiri diambil dari Singai Amazon di Amerika Selatan.

Dia memulai usaha itu dengan menginvestasikan dana sebesar 300.000 dollar AS, sekitar Rp 4,2 miliar, yang berasal dari orangtuanya.

Baca juga: Jeff Bezos Beri 97,5 Juta Dollar AS untuk Bantu Tunawisma

Kepada para investor awal, Bezos sudah memperingatkan mereka bahwa ada terdapat 70 persen peluang Amazon bakal kolaps dan bangkrut.

Perusahaan itu melesat bak meteor tanpa adanya pemberitaan pers yang cukup. Amazon menjual buku di AS dan 45 negara dalam waktu 30 hari.

Dalam dua bulan, penjualan mereka mencapai 20.000 dollar AS, atau Rp 281,1 juta, per pekan. Di atas perkiraan Bezos dan timnya.

Amazon.com go public tiga tahun berselang di mana para analis meragukan apakah perusahaan tersebut bakal bertahan sendiri.

Dua tahun kemudian, bisnis Amazon tidak hanya bertahan. Namun juga mengungguli setiap pesaingnya dan menjadi pemimpin e-commerce.

Bezos terus melakukan diversifikasi usaha Amazon dengan menawarkan penjualan CD serta video pada 1998, diikuti pakaian, mainan, dan barang elektronik.

3. Ekspansi Bisnis di Sektor Lain
Pada September 2000, Bezos mendirikan perusahaan startup yang berbasis di luar angkasa Blue Origin. Sudah lama dia tertarik pada perjalanan luar angkasa.

Pada November 2015, Blue Origin sukses meluncurkan wahana orbit New Shepard dan berhasil mencapai ketinggian yang ditetapkan, 100,5 km, sebelum kembali ke Texas Barat.

Sebelumnya pada 5 Agustus 2013, dia membeli harian The Washington Post dan publikasi lain yang berkaitan dengan The Post senilai 250 juta dollar, atau Rp 3,5 triliun.

Dia juga berinvestasi di sektor layanan kesehatan seperti Unity Biotechnology, Grail, Juno Therapeutics, and ZocDoc.

Pada 30 Januari 2018, Amazon, Berkshire Hathaway, dan JPMOrgan mengumumkan berencana membangun sebuah perusahaan layanan kesehatan.

Baca juga: Kekayaan Jeff Bezos Hilang Rp 291,8 Triliun dalam Dua Hari


Page:
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Survei Litbang Kompas, 7 Parpol Terancam Tak Lolos ke Senayan

Survei Litbang Kompas, 7 Parpol Terancam Tak Lolos ke Senayan

Nasional
Gubernur Olly: Pembangun Iman Harus Berdampak ke Daerah dan Negara

Gubernur Olly: Pembangun Iman Harus Berdampak ke Daerah dan Negara

Regional
Bagikan 'Solar Cell' ke Warga, Seorang Caleg di Kupang Jadi Tersangka

Bagikan "Solar Cell" ke Warga, Seorang Caleg di Kupang Jadi Tersangka

Regional
Tak Ada Pengaruh Elektoral dari Prabowo-Sandiaga, Ini Taktik Demokrat

Tak Ada Pengaruh Elektoral dari Prabowo-Sandiaga, Ini Taktik Demokrat

Nasional
Cerita Perawat di Ragunan yang Dampingi Siamang Sakit...

Cerita Perawat di Ragunan yang Dampingi Siamang Sakit...

Megapolitan
Debat Cawapres dalam Isu Kesehatan Miskin Gagasan

Debat Cawapres dalam Isu Kesehatan Miskin Gagasan

Nasional
Seputar Sidang Korupsi Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan: Libatkan 2 Bupati hingga Minta Pindah Tahanan

Seputar Sidang Korupsi Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan: Libatkan 2 Bupati hingga Minta Pindah Tahanan

Regional
Plt Ketum PPP Optimistis Partainya Tembus Ambang Batas Parlemen

Plt Ketum PPP Optimistis Partainya Tembus Ambang Batas Parlemen

Nasional
Petugas Evakuasi Sarang Tawon Vespa Affinis di Duren Sawit

Petugas Evakuasi Sarang Tawon Vespa Affinis di Duren Sawit

Megapolitan
Ada di Purwokerto, Pasar Tradisional dengan Pengelolaan Terbaik di Indonesia

Ada di Purwokerto, Pasar Tradisional dengan Pengelolaan Terbaik di Indonesia

Regional
Taufik Mempertanyakan Menteri Basuki yang Tak Paham Naturalisasi

Taufik Mempertanyakan Menteri Basuki yang Tak Paham Naturalisasi

Megapolitan
Survei Litbang Kompas: PDI-P 26,9 Persen, Gerindra 17 Persen

Survei Litbang Kompas: PDI-P 26,9 Persen, Gerindra 17 Persen

Nasional
BPN: Elektabilitas Jokowi di Bawah 50 Persen, Pertanda Baik bagi Prabowo

BPN: Elektabilitas Jokowi di Bawah 50 Persen, Pertanda Baik bagi Prabowo

Nasional
Kisah Penjual Martabak Mini Menabung Rp 10.000 Per Hari demi Bangun Mushala untuk Anak-anak (1)

Kisah Penjual Martabak Mini Menabung Rp 10.000 Per Hari demi Bangun Mushala untuk Anak-anak (1)

Regional
Penderita TBC 'Kebal Obat' Meningkat di Kulon Progo

Penderita TBC "Kebal Obat" Meningkat di Kulon Progo

Regional

Close Ads X