Pasangan di China Didenda Rp 20 Juta karena Masak Spesies Ikan Langka

Kompas.com - 11/01/2019, 20:39 WIB
Potongan video yang viral di media sosial China memperlihatkan seorang pria mencuci ikan untuk dimasak bagi orangtuanya. Aksi mereka menuai kemarahan karena ikan itu diketahui merupakan spesies terancam punah.CCTV via SCMP Potongan video yang viral di media sosial China memperlihatkan seorang pria mencuci ikan untuk dimasak bagi orangtuanya. Aksi mereka menuai kemarahan karena ikan itu diketahui merupakan spesies terancam punah.

BEIJING, KOMPAS.com - Berniat menyenangkan orangtua dengan masakan mereka, pasangan di China justru harus berurusan dengan otoritas berwenang dan luapan kemarahan netizen.

Sebabnya, pasangan tersebut memilih memasak hidangan ikan yang termasuk ke dalam spesies langka dan dilindungi pemerintah.

Baca juga: Ikan Langka Temuan Polisi di Minahasa Bisa Jadi Hiu Jenis Baru

Dilansir CCTV via SCMP Jumat (11/1/2019), semua berawal ketika pasangan itu mengunggah proses memasak ikan jenis naked carp (Gymnocypris przewalskii) itu.

Salah satu netizen yang teliti kemudian mengenali ikan yang tidak mempunyai sisik itu dan memarahi mereka, diikuti oleh warganet China lainnya.

Kemarahan netizen kemudian menarik perhatian otoritas lokal di mana pasangan itu dikunjungi polisi dari Dinas Nasional Danau Qinghai.

Ikan naked carp setiap tahun bermigrasi dari sungai air tawar menuju danau air asin Qinghai yang notabene adalah terbesar di China.

Meski jumlah mereka mengalami peningkatan, dari 2.600 ton pada 2002 menjadi 88.000 per November, ikan itu termasuk ke dalam spesies terancam punah.

Karena ikan itu merupakan hewan yang dilindungi, pasangan itu didenda 10.000 yuan, sekitar Rp 20,8 juta, berdasarkan Peraturan Perlindungan Alam China.

Tidak diketahui bagaimana pasangan itu bisa memilih naked carp. Namun, si istri bermarga Song berkata, suaminya membeli ikan itu.

Pemberian denda itu menuai respon dari netizen di mana mereka memberikan dukungan dengan mengatakan pasangan itu tidak bersalah.

"Mereka hanya membelinya dan tentu tidak mengetahuinya. Mengapa tidak mendenda orang yang menjualnya?" tanya seorang warganet.

"Ikan itu sangat lezat. Saya sering memakannya. Apakah saya bakal didenda 10.000 yuan karena berkomentar seperti ini?" kata netizen lain.

November lalu, seorang pria dipenjara selama lima bulan dan denda 12.000 yuan, atau Rp 24,9 juta, setelah ketahuan memancing ikan naked carp.

Baca juga: Mengenang 9 Spesies Punah dan Terancam Punah Sepanjang 2018

 


Terkini Lainnya

MK Segera Gelar Uji Materi soal Surat Suara untuk Pemilih Pindah TPS

MK Segera Gelar Uji Materi soal Surat Suara untuk Pemilih Pindah TPS

Nasional
Mengaku Punya Penyakit, Romahurmuziy Minta Berobat di Luar KPK

Mengaku Punya Penyakit, Romahurmuziy Minta Berobat di Luar KPK

Nasional
Bakal Jadi 'Park and Ride' untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Bakal Jadi "Park and Ride" untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Megapolitan
Wiranto: Pemilu 2019 Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Mengadu Pemimpin

Wiranto: Pemilu 2019 Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Mengadu Pemimpin

Nasional
Polisi Korsel Tahan 2 Pria dalam Kasus Kamera Tersembunyi di Hotel

Polisi Korsel Tahan 2 Pria dalam Kasus Kamera Tersembunyi di Hotel

Internasional
Romahurmuziy Minta Kasus yang Menjeratnya Tak Dikaitkan dengan PPP

Romahurmuziy Minta Kasus yang Menjeratnya Tak Dikaitkan dengan PPP

Nasional
Menginap di Tahanan, Romahurmuziy Habiskan Waktu dengan Baca Buku

Menginap di Tahanan, Romahurmuziy Habiskan Waktu dengan Baca Buku

Nasional
Petugas Lapas Banceuy Pergoki Napinya Ambil Narkotika di WC

Petugas Lapas Banceuy Pergoki Napinya Ambil Narkotika di WC

Regional
Pemerintah Venezuela Tahan Kepala Staf Oposisi Atas Tuduhan Terorisme

Pemerintah Venezuela Tahan Kepala Staf Oposisi Atas Tuduhan Terorisme

Internasional
Pemilu Kurang dari Sebulan, KPU Jaktim Masih Tunggu Surat Suara DPD

Pemilu Kurang dari Sebulan, KPU Jaktim Masih Tunggu Surat Suara DPD

Megapolitan
Dilaporkan ke Bawaslu karena Disebut Biarkan Hoaks, Ini Penjelasan Ma'ruf Amin

Dilaporkan ke Bawaslu karena Disebut Biarkan Hoaks, Ini Penjelasan Ma'ruf Amin

Nasional
Wali Kota Semarang Janji Bantu Perbaiki Rumah Abu di Kelenteng Tay Kak Sie yang Terbakar

Wali Kota Semarang Janji Bantu Perbaiki Rumah Abu di Kelenteng Tay Kak Sie yang Terbakar

Regional
Azan Pun Berkumandang di Seluruh Selandia Baru

Azan Pun Berkumandang di Seluruh Selandia Baru

Internasional
Memetik Pelajaran dari Pencurian Dana BOS di Mobil Kepala Sekolah di Bekasi...

Memetik Pelajaran dari Pencurian Dana BOS di Mobil Kepala Sekolah di Bekasi...

Megapolitan
Romahurmuziy Diperiksa Perdana sebagai Tersangka di KPK

Romahurmuziy Diperiksa Perdana sebagai Tersangka di KPK

Nasional

Close Ads X