Menlu AS: Kami Bisa Menyerang Suriah Kembali jika Diperlukan - Kompas.com

Menlu AS: Kami Bisa Menyerang Suriah Kembali jika Diperlukan

Kompas.com - 11/01/2019, 17:47 WIB
Foto yang dirilis lewat akun Twitter resmi pemerintah Suriah pada Sabtu (14/4/2018) memperlihatkan ledakan terjadi di pinggiran Damaskus usai serangan udara Sekutu.HANDOUT / STR Foto yang dirilis lewat akun Twitter resmi pemerintah Suriah pada Sabtu (14/4/2018) memperlihatkan ledakan terjadi di pinggiran Damaskus usai serangan udara Sekutu.

KAIRO, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) berkeinginan untuk kembali melakukan serangan terhadap pemerintah Suriah jika diperlukan.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo saat berpidato di American University di Kairo, di sela kunjungannya ke Mesir.

Diwartakan Newsweek Kamis (10/1/2019), Pompeo berkata Presiden Donald Trump memang telah memerintahkan untuk menarik pasukan dari Suriah.

Baca juga: Akhirnya, AS Gelar Serangan Udara terhadap Suriah


Namun, dia menegaskan militer AS bisa dikerahkan kembali jika rezim Presiden Bashar al-Assad menyerang warganya dengan senjata kimia.

Mantan Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) itu berujar, Trump sudah meluapkan kemarahan kepada rezim Assad hingga dua kali.

"Dan beliau bisa menyerang kembali dengan dukungan dari sekutu kami, meski kami berharap tak perlu melakukannya," tutur Pompeo.

Dia melanjutkan dengan mengingatkan bahwa AS adalah negara yang membebaskan, bukan berusaha menjajah di kawasan Timur Tengah.

"Kami tidak pernah memimpikan untuk mendominasi. Bisakah Anda mengatakan yang sama kepada rezim Iran?" tanya menlu asal California itu.

Assad yang notabene adalah sekutu Iran dan Rusia berkuasa pada 2000 setelah kematian sang ayah, Hafez al-Assad, yang dikenal sebagai pendukung AS.

Dilaporkan mantan Presiden Barack Obama menyetujui pendanaan rahasia kepada para pemberontak yang menargetkan Assad pada 2011.

Namun tiga tahun kemudian, dia memimpin koalisi internasional untuk menyerang kelompok Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS).

Ketika berkuasa pada 2017, Trump menurunkan ketegangan dengan Assad. Bahkan dia mengisyaratkan potensi kerja sama dengan Rusia bisa terjadi.

Namun pada April 2017l , dia memerintahkan serangan udara ke Suriah setelah menuduh Assad menyerang sipil dengan senjata gas.

Baca juga: Biaya Serangan Pertama AS ke Suriah Setara 30 Km Jalan Tol di Indonesia

Setahun berselang, dia kembali menginstruksikan serangan udara dengan bantuan Inggris dan Perancis setelah Assad kembali dituduh menggunakan senjata kimia.

Dengan ancaman dari milisi yang berkurang, Pentagon fokus untuk mengembangkan misi militer di Suriah, termasuk mendongkel Assad.

Awal Desember, Utusan Khusus untuk Suriah James Jeffrey mengusulkan agar terdapat zona larangan terbang, persis Perang Irak 2003.

Namun dua pekan kemudian tepatnya pada 19 Desember, Trump membuat keputusan mengejutkan dengan mengumumkan bakal menarik pasukan dari Suriah.

Keputusan itu membuat Menteri Pertahanan James Mattis dan Utusan Anti-ISIS Brett McGurk mengundurkan diri dari jabatannya.

Baca juga: Militer AS Mulai Lucuti Peralatan Mereka di Suriah


Terkini Lainnya

Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Megapolitan
Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Nasional
Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Internasional
Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Nasional
Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Regional
Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Nasional
Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Internasional
Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Nasional
Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

Nasional
Pengalaman Mencoba Akses WiFi Gratis di Stasiun Jabodetabek...

Pengalaman Mencoba Akses WiFi Gratis di Stasiun Jabodetabek...

Megapolitan
Berpose dengan Senapan, Perempuan Ini Mengaku Tak Sengaja Tembak Pacarnya

Berpose dengan Senapan, Perempuan Ini Mengaku Tak Sengaja Tembak Pacarnya

Internasional
Sarana dan Prasarana Canggih yang Akan Dibangun di TPST Bantargebang

Sarana dan Prasarana Canggih yang Akan Dibangun di TPST Bantargebang

Megapolitan
Konsulat Malaysia Tak Kirim Bantuan Hukum untuk Warganya yang Terjerat Kasus Pijat Ilegal

Konsulat Malaysia Tak Kirim Bantuan Hukum untuk Warganya yang Terjerat Kasus Pijat Ilegal

Regional
4 Fakta Pengedar yang Simpan dan Konsumsi Narkoba di Sekolah Jakarta Barat

4 Fakta Pengedar yang Simpan dan Konsumsi Narkoba di Sekolah Jakarta Barat

Megapolitan
Status Siaga, Gunung Soputan Keluarkan Asap hingga 100 Meter dari Puncak

Status Siaga, Gunung Soputan Keluarkan Asap hingga 100 Meter dari Puncak

Regional

Close Ads X