Di Rusia, Panggilan dengan Nama Binatang Bisa Berarti Pujian atau Sifat Tertentu - Kompas.com

Di Rusia, Panggilan dengan Nama Binatang Bisa Berarti Pujian atau Sifat Tertentu

Kompas.com - 11/01/2019, 15:50 WIB
Ilustrasi emosi dan marahKristinaJovanovic Ilustrasi emosi dan marah

KOMPAS.com - Setiap negara di dunia mempunyai kekhasan tersendiri, termasuk berkomunikasi dengan orang lain atau panggilan dengan nama tertentu.

Sengaja atau tidak, kadang-kadang panggilan ini bisa menimbulkan ketegangan antara kedua belah pihak yang berkomunikasi.

Di Indonesia misalnya, cacian dengan nama-nama binatang dapat menimbulkan emosi bahkan perkelahian.

Orang-orang Rusia pun juga memiliki tradisi serupa. Bedanya, tradisi memanggil nama binatang di Rusia tak selalu bermakna buruk. Ada kalanya nama binatang memiliki makna positif dan dianggap membawa kebaikan


Apa saja? Berikut ulasannya:

1. Sapi dan Banteng

Sapi dalam bahasa Rusia sering disebut korova. Memanggil korova pada seorang gadis sebuah penghinaan besar. Panggilan itu menunjukkan bahwa ia gemuk dan canggung.

Sementara, memanggil byk (banteng) pada seorang pria juga dianggap menghina.

Hal ini didasarkan pada tahun 1990-an, orang-orang memanggil preman atau bandit berwajah bengis yang suka memeras dengan sebutan byk. Maka dari itu konotasi negatif melekat pada nama itu.

Namun. jika berkata lain seperti menyanjung kesehatan dan gemuk seperti byk bisa ditoleransi.

Baca juga: 8 Pesawat Terhebat yang Pernah Diciptakan Rusia Sejak Era Uni Soviet

2. Kambing

Kambing merupakan nama sensitif di Rusia jika ditujukan kepada orang. Dalam bahasa Rusia, kambing dinyatakan sebagai kozyol.

Kozyol banyak dikaitkan dengan seseorang petugas penjara yang terkenal pada era sebelum dan sesudah Perang Dunia II. Oleh karena itu, merupakan sebuah penghinaan jika memanggil nama itu.

Sementara untuk kambing betina (koza) kepada perempuan bukan sesuatu yang terlalu menghina karena mempunyai makna perempuan itu ceroboh.

3. Anak kucing dan kelinci

Berbeda dengan hewan-hewan di atas. Untuk memanggil seseorang dengan kucing (kotik, kiska, kotyonok) maupun anak kelinci (zaichik) sering kali digunakan untuk memanggil orang terkasih baik itu anak maupun pacar.

Ada juga yang unik, orang Rusia mengganti nama mereka pada kontak ponsel dengan nama-nama hewan tersebut.

4. Rusa

Untuk rusa, penggunaan hampir sama dalam bahasa Inggris yang merujuk pada seorang bujangan.

Namun, dalam bahasa Rusia, rusa jantan (olen) ditujukan untuk lelaki pelupa maupun sembrono dan untuk wanita yang biasanya bercerita tentang kekasih mereka.

5. Kuda

Memanggil orang dengan kuda memiliki makna ganda. Pertama, kuda (loshad) ditujukan kepada pria maupun perempuan yang menunjukan bahwa dia giat bekerja atau pekerja keras.

Versi kedua, kuda (kon) ditujukan untuk seorang lelaki pemabuk berat.

Baca juga: Kado Tahun Baru Uni Soviet, Tu-144 Jadi Pesawat Supersonik Sipil Pertama

6. Angsa

Ketika kita melihat angsa, hal yang terlihat adalah memiliki perilaku egois dan kadang agresif.

Jika seorang memanggil nama angsa (gus) kepada seseorang berarti menunjukan bahwa itu merupakan orang yang licik dan egois.

Gus juga merujuk pada sikap orang yang berbuat kurang baik.

7. Elang dan Falcon

Elang memiliki naluri pemangsa dan berani dalam memangsa. Elang merupakan hiburan favorit bagi para tsar dan bangsawan Rusia ketika itu karena kegagahan dan keberaniannya.

Jika seorang dipanggil dengan nama elang (oryol) berarti dia tampan dan memiliki sifat pemberani.

8. Beruang

Rusia terkenal dengan beruang. Ketika seseorang dipanggil medved (beruang) oleh seseorang, berarti itu melihat dari diri kita yang canggung. Namun hal itu tak berkonotasi negatif.

Sementara ada panggilan lain, yakni miskha yang begitu populer. Namun, jika memanggil miskha kepada perempuan berarti menunjukan kepada orang itu bahwa dirinya orang asing.


Terkini Lainnya

Kinerja Diawasi Masyarakat, Polri Diyakini Netral dalam Pemilu 2019

Kinerja Diawasi Masyarakat, Polri Diyakini Netral dalam Pemilu 2019

Nasional
Mahfud MD Minta Masyarakat Kritis Cermati Debat Capres

Mahfud MD Minta Masyarakat Kritis Cermati Debat Capres

Regional
Kisah Istri TKI Asal Siantar Saat Bertemu Suaminya di Penjara Malaysia

Kisah Istri TKI Asal Siantar Saat Bertemu Suaminya di Penjara Malaysia

Regional
Penangkapan Aris Idol Berawal dari Temuan 300 Butir Ekstasi

Penangkapan Aris Idol Berawal dari Temuan 300 Butir Ekstasi

Megapolitan
Jelang Pemilu, Sudin Dukcapil Jakarta Timur Lakukan Perekaman e-KTP ke Sejumlah Sekolah

Jelang Pemilu, Sudin Dukcapil Jakarta Timur Lakukan Perekaman e-KTP ke Sejumlah Sekolah

Megapolitan
Bertingkah Laku Buruk, Keluarga Turis Inggris Dideportasi dari Selandia Baru

Bertingkah Laku Buruk, Keluarga Turis Inggris Dideportasi dari Selandia Baru

Internasional
Kasus Penguasaan Lahan, Hercules dan Anggotanya Jalani Sidang Dakwaan

Kasus Penguasaan Lahan, Hercules dan Anggotanya Jalani Sidang Dakwaan

Megapolitan
Sebar Hoaks yang Meresahkan, Pemuda Ini Dibekuk Polda Gorontalo

Sebar Hoaks yang Meresahkan, Pemuda Ini Dibekuk Polda Gorontalo

Regional
Kuasa Hukum Plt Kepala BPPKAD Gresik Sebut Uang Potongan Insentif oleh Kliennya untuk Biaya Kegiatan

Kuasa Hukum Plt Kepala BPPKAD Gresik Sebut Uang Potongan Insentif oleh Kliennya untuk Biaya Kegiatan

Regional
Polisi Tangkap Aris Indonesian Idol Terkait Kasus Narkoba

Polisi Tangkap Aris Indonesian Idol Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Megapolitan
Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Nasional
Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Internasional
Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Nasional
Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Regional

Close Ads X