Singapura dan Vietnam Jadi Kandidat Pertemuan Kedua Trump-Kim

Kompas.com - 11/01/2019, 15:20 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) berjalan bersama Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun. AFP PHOTO/SAUL LOEBPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) berjalan bersama Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun.

SEOUL, KOMPAS.com - Tempat pertemuan kedua Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un tengah dimatangkan.

Sumber dari Kementerian Luar Negeri Korea Selatan (Korsel) menuturkan, ada dua negara di Asia Tenggara yang menjadi kandidat pertemuan jilid dua.

Baca juga: Trump: Saya Mendapat Surat Menakjubkan dari Kim Jong Un

"Dua tempat itu adalah Singapura dan Vietnam. Kemudian juga ada Hawaii," kata pejabat anonim itu dilansir Straits Times Jumat (11/1/2019).

Namun, pejabat anonim itu mengatakan kemungkinan Hawaii menjadi tuan rumah kecil karena di sana tidak ada perwakilan Korut.

Tempat pertemuan kedua Kim dan Trump menjadi perhatian setelah Presiden Korsel Moon Jae-in menuturkan agenda bersejarah itu bakal segera terjadi.

Singapura dipilih karena sudah menghelat pertemuan jilid pertama Trump-Kim pada 12 Juni 2018. Sementara Vietnam karena letak geografis yang dekat dengan Korut.

Sebabnya negara itu bisa dijangkau pesawat kenegaraan Korut, Chammae-1, yang dilaporkan mampu menjangkau tempat hingga 7.000 km.

Apalagi, Trump sebelumnya pertemuan itu bakal dihelat di "tempat yang bisa dijangkau oleh pesawat" tanpa penjelasan lebih lanjut.

Kemudian, Vietnam mempunyai kantor kedutaan besar Korut sehingga tim bisa dikerahkan untuk mempersiapkan pertemuan tersebut.

Selain itu, opsi lainnya adalah menggelar perundingan di desa terpercaya Panmunjom yang memisahkan Korut dan Korsel.

Di zona demiliterisasi itu, Kim dan Moon pertama kali menghelat pertemuan pada 27 April 2018 pasca-pidato Tahun Baru Kim (1/1/2018).

"Kami tentu sangat senang jika pertemuan itu bisa dilaksanakan di Panmunjom. Namun, peluang ke sana sangat kecil," tutur pejabat Korsel itu.

Pada Selasa (8/1/2019), CNN memberitakan tim peninjau Gedung Putih mulai melakukan survei baik di Hawaii, Hanoi, hingga ibu kota Thailand, Bangkok.

Baca juga: Trump Menantikan Pertemuan Baru dengan Kim Jong Un

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Internasional
Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Internasional
Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Internasional
TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

Internasional
Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Internasional
Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Internasional
AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

Internasional
Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi 'Baby Shark' kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi "Baby Shark" kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Internasional
Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Internasional
Menderita 'Sakit Tak Tertahankan', Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Menderita "Sakit Tak Tertahankan", Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Internasional
PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

Internasional
Penyandang Disabilitas Ini Diminta 'Lepaskan Celana' oleh Petugas Bandara India

Penyandang Disabilitas Ini Diminta "Lepaskan Celana" oleh Petugas Bandara India

Internasional
Trump 'Siap' Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Trump "Siap" Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Internasional
Selesaikan Ritual, Naruhito Resmi Dinobatkan Menjadi Kaisar Jepang

Selesaikan Ritual, Naruhito Resmi Dinobatkan Menjadi Kaisar Jepang

Internasional
Polisi Hong Kong Klaim Temukan Benda Diduga Bom selama Aksi Protes

Polisi Hong Kong Klaim Temukan Benda Diduga Bom selama Aksi Protes

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X