Terdampak "Shutdown", Pegawai Pemerintah AS Ramai Galang Dana di Internet

Kompas.com - 11/01/2019, 15:02 WIB
Serikat pekerja menggelar unjuk rasa di depan Gedung Putih, Washington DC, pada Kamis (10/1/2019), menuntut pemerintah segera mengakhiri shutdown. AFP / NICHOLAS KAMMSerikat pekerja menggelar unjuk rasa di depan Gedung Putih, Washington DC, pada Kamis (10/1/2019), menuntut pemerintah segera mengakhiri shutdown.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Para pekerja pemerintah AS maupun orang-orang yang bergantung pada pembayaran dana federal mulai putus asa akibat shutdown yang telah memasuki pekan ketiga.

Akibat penutupan sebagian layanan pemerintah, banyak dari para pegawai pemerintah yang dipaksa cuti tanpa gaji dan kini mulai kesulitan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari membeli susu formula untuk bayi hingga membayar tagihan hipotek.

Mereka pun mencoba mengumpulkan uang dengan membuka akun di situs penggalangan dana, GoFundMe.

Melansir dari New York Post, diperkirakan telah ada sekitar 1.000 kampanye penggalangan dana yang mengumpulkan total lebih dari 100.000 dollar AS (sekitar Rp 1,4 miliar) untuk mendukung mereka yang terdampak shutdown.

Baca juga: Pemerintah Shutdown, Begini Cara Warga AS Bantu Urus Taman Nasional

Meski dana yang terkumpul terlihat besar, namun sebagian besar akun tersebut tidak menerima lebih dari beberapa ratur dollar.

Katherine Ogilvie, seorang ibu berusia 46 tahun dengan tiga orang anak, asal Mariposa, California, baru mendapat 639 dollar AS (sekitar Rp 8,9 juta) dari tujuan akhir 3.000 dollar (Rp 42 juta).

Julie Burr, seorang pekerta kontrak asal Kansas City, lebih beruntung karena mampu mengumpulkan lebih dari 11.000 dollar AS (sekitar Rp 150 juta) dari target semula yang hanya 5.000 dollar AS (sekitar Rp 70 juta).

Julie, yang mengaku orangtua tunggal dengan dua anak ini lebih beruntung setelah dapat muncul dalam siaran televisi di CNN.

Namun sebagian besar dari mereka yang terdampak shutdown AS tidak seberuntung Julie.

Katherine yang pendapatan utamanya berasal dari tokonya di taman nasional, terpaksa tutup selama shutdown. Sementara tagihan sebesar lebih dari 2.000 dollar AS (Rp 20 juta) kepada pemerintah tidak dapat dicairkan sebelum shutdown berakhir.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X