Kompas.com - 11/01/2019, 08:01 WIB

CARACAS, KOMPAS.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro memulai masa jabatan periode baru selama enam tahun ke depan pada Kamis (10/1/2019).

Dia tetap melangkah untuk memimpin negara yang dilanda kehancuran ekonomi itu, meski negara lain mengecam pemilu Venezuela yang dianggap tidak sah.

Pemimpin sosialis berusia 56 tahun tersebut disumpah oleh Ketua Mahkamah Agaung Maikel Moreno, disaksikan oleh ratusan orang termasuk petinggi militer Venezuela.

Baca juga: Presiden Venezuela dan Jajaran Kabinetnya Dilarang Masuk Peru

"Saya bersumpah atas nama rakyat Venezuela... Saya bersumpah demi hidup saya," katanya saat mengambil sumpah.

Maduro terpilih kembali pada Mei lalu dalam pemungutan suara yang diboikot oleh mayoritas oposisi dan diklaim sebagai aksi penipuan oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Organisasi Negara Amerika (OAS).

Lalu bagaimana tanggapan negara yang menentang hasil pemilu Venezuela?

Melansir CNN, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih John Bolton mengatakan, AS tidak akan mengakui pelantikan Maduro yang dinilai diktator.

"Kami akan terus meningkatkan tekanan pada rezim yang korup, medukung Majelis Nasional yang demokratis, dan menyerukan demokrasi serta kebebasan di Venezuela," kicau di Twitter.

Sebelumnya, Maduro mengklaim kesengsaraan Venezuela disebabkan oleh aksi "terorisme" ekonomi AS.

Dia mengaku sedang berjuang melawan kudeta yang dipimpin AS untuk menggulingkan pemerintahannya.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNN,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.