Kunjungi Katedral dan Masjid, Menlu AS Puji Kebebasan Beragama di Mesir

Kompas.com - 11/01/2019, 07:19 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo (tengah) berada di Katedral Kristus Kelahiran yang baru diresmikan, di Ibu kota Administratif Baru Mesir, Kamis (10/1/2019). (AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS) Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo (tengah) berada di Katedral Kristus Kelahiran yang baru diresmikan, di Ibu kota Administratif Baru Mesir, Kamis (10/1/2019). (AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

KAIRO, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo memuji kebebasan beragam di Mesir saat mengunjungi katedral terbesar dan masjid di ibu kota administrasi baru di sebelah timur Kairo, Kamis (10/1/2019).

Katedral Kelahiran Kristus dan masjid Al-Fattah Al-Alim diresmikan oleh Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada Minggu (6/1/2019), tepat pada Malam Natal Gereja Koptik Mesir.

Diwartakan AFP, saat menyambangi katedral dan masjid, Pompeo menyebut rumah ibadah di Mesir sangat besar, indah, dan cantik.

Baca juga: Presiden Mesir Resmikan Katedral Terbesar di Timur Tengah


"Mesir jadi negara khusus di mana Presiden Sisi membangun katedral terbesar di Timur Tengah," ujarnya.

Dia menyebut pembangunan kedua rumah ibadah yang berdekatan itu sebagai simbol harapan besar.

"Negara wajib memastikan setiap individu dapat memilih untuk meyakini dengan cara yang mereka inginkan atau pilih," kata Pompeo.

"Sangat luar biasa, hal seperti itu mungkin terjadi di Mesir," imbuhnya.

Kunjungan Pompeo ke Mesir bertujuan untuk meyakinkan sekutu-sekutu regional usai keputusan mengejutkan soal penarikan pasukan AS dari Suriah.

Sebagai informasi, peresmian katedral terbesar di Timur Tengah itu juga disambut baik oleh Presiden AS Donald Trump.

"Sisi sedang menggerakkan negaranya ke masa depan yang lebih inklusif," kicaunya di Twitter.

Baca juga: Mesir Tutup Gerbang Perbatasan dengan Gaza yang Dikuasai Hamas

Sisi merupakan mantan panglima militer yang memimpin dalam penggulingan presiden Mohamed Morsi. Dia dituding memimpin tindakan keras terhadap aktivis demokrasi dan Islamis.

Meski dipuji soal kebebasan beragama, namun Umat Kristen Koptik di Mesir kerap menjadi target serangan mematikan oleh ISIS dalam beberapa tahun terakhir.

Mereka juga mengeluhkan telah mendapat diskriminasi dari pemerintah.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Internasional
Duterte Minta Terapkan Lagi Hukuman Mati bagi Pengedar Narkoba dan Perampok

Duterte Minta Terapkan Lagi Hukuman Mati bagi Pengedar Narkoba dan Perampok

Internasional
Intelijen Iran: CIA Sudah 2 Kali Kalah Telak

Intelijen Iran: CIA Sudah 2 Kali Kalah Telak

Internasional
India Luncurkan Roket Chandrayaan-2 untuk Misi Pendaratan di Bulan

India Luncurkan Roket Chandrayaan-2 untuk Misi Pendaratan di Bulan

Internasional
Versi Iran, Begini Cara CIA Rekrut Agen Rahasia dan Menyusup ke Negaranya

Versi Iran, Begini Cara CIA Rekrut Agen Rahasia dan Menyusup ke Negaranya

Internasional
Bocah 13 Tahun di China Ketahuan Menerbangkan 2 Pesawat Sendirian

Bocah 13 Tahun di China Ketahuan Menerbangkan 2 Pesawat Sendirian

Internasional
China Sebut Unjuk Rasa di Hong Kong Dilakukan Perusuh dan Tak Bisa Ditoleransi

China Sebut Unjuk Rasa di Hong Kong Dilakukan Perusuh dan Tak Bisa Ditoleransi

Internasional
Menhan Inggris Sebut Jumlah Kapal Perang Mereka Tak Cukup di Tengah Ketegangan dengan Iran

Menhan Inggris Sebut Jumlah Kapal Perang Mereka Tak Cukup di Tengah Ketegangan dengan Iran

Internasional
Iran Ungkap Jaringan Mata-mata CIA Berkat Bantuan 'Negara Asing'

Iran Ungkap Jaringan Mata-mata CIA Berkat Bantuan "Negara Asing"

Internasional
Close Ads X