Berita Populer: "Shutdown" AS, hingga Gadis Saudi yang Kabur

Kompas.com - 11/01/2019, 05:31 WIB
Rahaf Mohammed Alqunun (tengah) saat didampingi perwakilan dari UNHCR dan pejabat imigrasi Thailand, Senin (7/1/2019).AFP / HANDOUT / THAILAND IMMIGRATION BUREAU Rahaf Mohammed Alqunun (tengah) saat didampingi perwakilan dari UNHCR dan pejabat imigrasi Thailand, Senin (7/1/2019).

KOMPAS.com - Jelang akhir pekan, sudahkah Anda menyusun rencana untuk liburan? Atau justru memilih untuk rehat sejenak di rumah saja?

Apa pun pilihan Anda untuk menghabiskan akhir pekan, jangan sampai ketinggalan sejumlah berita populer dari berbagai negara sepanjang Kamis (10/1/2019) hingga Jumat (11/1/2019) pagi.

Seperti rapat pembahasan " shutdown" antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Partai Demokrat tidak membuahkan hasil.

Selain itu, gadis dari Arab Saudi yang kabur dari keluarganya dan mencari suaka disebut sebagai putri seorang gubernur negara tersebut.

Berikut sajian empat berita populer untuk mengawali pagi Anda:

1. Rapat dengan Partai Demokrat soal " Shutdown", Trump: "Bye-bye"

Trump menyampaikan "selamat tinggal" dan keluar dari rapat dan perundingan pendanaan tembok perbatasan untuk mengakhiri shutdown.

Namun, para pimpinan Kongres dari Partai Demokrat tetap menolak untuk menyetujui proyek tersebut.

Meski kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri pertemuan, mereka masih berdebat tentang siapa yang harus disalahkan.

Berita selengkapnya klik tautan di sini.

2. Gadis yang Kabur dan Cari Suaka Disebut sebagai Putri Gubernur di Saudi

Rahaf Mohammed Al-Qunun, gadis 18 tahun asal Arab Saudi, menghebohkan jagat dunia maya karena ditahan di Bandara Bangkok, Thailand, saat mencoba menuju Australia.

Rahaf kabur dari keluarganya untuk mencari suaka di Australia. Jika dideportasi, dia takut akan mendapat perlakuan buruk dan bahkan dibunuh.

Page:



Close Ads X