Biografi Tokoh Dunia: Kim Jong Un, Pemimpin Tertinggi Ketiga Korut Halaman 2 - Kompas.com

Biografi Tokoh Dunia: Kim Jong Un, Pemimpin Tertinggi Ketiga Korut

Kompas.com - 10/01/2019, 23:31 WIB
Dalam foto tanpa tanggal yang dirilis media Korea Utara KCNA pada 10 Juli, terlihat Kim Jong Un berdiri dan tertawa saat berkunjung ke ladang kentang di Samjiyon.AFP/KCNA VIA KNS Dalam foto tanpa tanggal yang dirilis media Korea Utara KCNA pada 10 Juli, terlihat Kim Jong Un berdiri dan tertawa saat berkunjung ke ladang kentang di Samjiyon.

3. Menjadi Pemimpin Tertinggi Korut
Pada 17 Desember 2011 pukul 08.30 waktu setempat, Kim meninggal saat bepergian menggunakan kereta ke luar Pyongyang dengan dugaan akibat serangan jantung.

Sejumlah analis memprediksi Kim Jong Un tidak akan segera diangkat sebagai pemimpin mengingat dia masih belum mempunyai pengalaman.

Banyak yang menyakini sang paman, Jang Song Thaek, yang bakal bertindak sebagai penerus sementara hingga Kim mempunyai cukup kecakapan.

Baca juga: Dalam Pidato Tahun Barunya, Kim Jong Un Peringatkan AS

Namun, Kim langsung diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Korut. Sebuah gelar tak resmi yang masih memberikannya kekuasaan di bidang pemerintahan dan militer.

Pada April 2012, statusnya dikukuhkan ketika dia mendapat berbagai posisi. Antara lain Sekretaris Pertama Partai Buruh.

Kemudian Chairman Komisi Militer Pusat, dan Chairman NDC yang notabene adalah otoritas birokratik tertinggi di sana.

Awal-awal rezim Kim diidentikkan sebagai konsolidasi yang kejam dan percepatan program pengembangan senjata nuklir.

Pada Desember 2013, dia mengeksekusi Jang Song Thaek dengan mengatakan dia telah "menyingkirkan sampah dari Partai Buruh".

Padahal, Jang merupakan bagian dari lingkaran dalam Kim Jong Il, dan merupakan salah satu penasihat yang dipercaya olehnya.

Eksekusi terhadap Jang sekaligus membuat hubungan Korut dengan China merenggang, karena Jang adalah sosok yang mendekatkan Pyongyang dan Beijing.

Kematian Jang diikuti oleh eksekusi terhadap anggota keluarganya lain. Mulai dari anak hingga cucunya demi menghilangkan eksistensi keluarga mereka.

O Sang Hon, Wakil Menteri Keamanan merupakan pejabat tinggi lain yang "dibersihkan" pada 2014 karena perannya sebagai pendukung Jang.

Baca juga: Kirim Surat ke Korsel, Kim Jong Un Minta Bertemu Lagi pada 2019

4. Peningkatan Senjata Nuklir
Salah satu yang menjadi ciri khas rezim Kim adalah kecepatannya dalam mengembangkan program nuklir. Tes itu pertama kali dilaksanakan pada Februari 2013.

Total sejak 2017, Korut sudah melaksanakan enam kali uji coba nuklir. Termasuk tes bom hidrogen (termonuklir) pada September 2017.

Pada Januari 2018, diperkirakan Korut memiliki 15 sampai 60 senjata nuklir, termasuk bom hidrogen, dan rudal balistik jarak jauh Hwasong-15.

Baca juga: Trump Bakal Kabulkan Permintaan Kim Jong Un setelah Denuklirisasi


Page:
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X