Turki Ancam Serang Kurdi jika AS Tunda Pulangkan Pasukan dari Suriah

Kompas.com - 10/01/2019, 17:50 WIB
Milisi Suriah yang didukung Turki berkumpul bersama kendaraannya di dekat Manbij pada 28 Desember 2018. AFP?BAKR ALKASEMMilisi Suriah yang didukung Turki berkumpul bersama kendaraannya di dekat Manbij pada 28 Desember 2018.

ANKARA, KOMPAS.com - Turki mengancam bakal menyerang Kurdi Suriah jika Amerika Serikat ( AS) menunda penarikan pasukan mereka dari sana.

Pernyataan tersebut diucapkan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu dalam wawancara dengan televisi NTV, dikutip AFP Kamis (10/1/2019).

Baca juga: Turki Minta AS Serahkan Pangkalan Militernya di Suriah

"Jika terdapat penundaan dengan alasan konyol yang tidak sesuai dengan realita, maka kami bakal segera melakukan serangan," ancam Cavusoglu.


Dia menuturkan rencana untuk mengerahkan militer ke Suriah sudah dimatangkan, dan telah disepakati untuk dilaksanakan.

"Kami bakal memutuskan waktu yang tepat untuk mengirimkan pasukan, dan kami tidak akan meminta izin dari siapapun," koarnya.

Turki dan AS saat ini tengah memperdebatkan nasib milisi Kurdi Suriah setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penarikan itu pada 19 Desember 2018.

Di tengah keputusan Trump itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam bakal menyerang milisi Kurdi yang disokong AS karena menganggap mereka sebagai teroris.

Penasihat Keamanan Nasional John Bolton terbang ke Ankara pada Senin (7/1/2019) untuk bertemu pejabat Turki, dan berkoordinasi terkait proses pemulangan pasukan.

Meski menyambut baik keputusan Trump, Erdogan juga memberikan kritikan kepada Bolton yang dianggap telah melakukan "kekeliruan besar".

Sebabnya, Bolton menuturkan dia meminta Turki untuk menjamin keamanan pasukan Kurdi jika tentara AS jadi keluar dari Suriah.

Hal senada juga diucapkan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo. Dia berkata Kurdi merupakan sekutu AS dalam memerangi Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS),

Turki menganggap Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) teroris karena disebut kepanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

PKK dituduh sebagai pihak yang bertanggung jawab atas konflik yang terjadi di Turki sejak 1984 silam.

Baca juga: Trump: Penarikan Pasukan AS dari Suriah akan Dilakukan secara Bijaksana

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X