Xi Jinping Terima Tawaran Kim Jong Un Kunjungi Pyongyang

Kompas.com - 10/01/2019, 14:11 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ketika bertemu dengan Presiden China Xi Jinping. Xinhua via SCMPPemimpin Korea Utara Kim Jong Un ketika bertemu dengan Presiden China Xi Jinping.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Presiden China dilaporkan menerima tawaran Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un untuk mengunjungi Pyongyang.

Kabar itu dihembuskan media Korut KCNA dalam pertemuan antara keduanya yang berlangsung selama satu jam di Beijing pada Selasa (8/1/2019).

Baca juga: Bertemu Xi Jinping, Kim Jong Un Cerita Buntunya Perundingan dengan AS

"Presiden Xi menerima tawaran tersebut," ulas KCNA tanpa menjabarkan lebih lanjut, seperti diwartakan SCMP Kamis (10/1/2019).

Korut sudah berulang kali mengundang Xi untuk datang ke Pyongyang. September 2018, mereka sempat memintanya datang dalam peringatan hari nasional mereka.

Adapun Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in mengatakan kunjungan Xi ke ibu kota Korea itu bakal terjadi dalam waktu "dekat".

Media China Xinhua tidak menyebutkan tentang undangan tersebut. Namun mengulas dukungan yang diberikan presiden 65 tahun itu kepada Kim.

Xi mendukung upaya yang dilakukan Kim untuk melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea, dan peningkatan berkesinambungan hubungan dua Korea.

Selain itu, Xi juga mengomentari langkah Amerika Serikat (AS) yang masih tetap kukuh mempertahankan sanksi kepada negeri komunis.

AS menginginkan denuklirisasi bisa terjadi secara menyeluruh, secepatnya, dan terverifikasi sebelum mereka mencabut sanksi.

Sementara Korut lebih menitikberatkan kepada pendekatan bertahap yang mereka sebut sebagai "fase yang tersinkroninasi".

"China berharap baik Republik Demokratik Rakyat Korea (nama resmi Korea) dan AS bisa mendapat jalan tengah," demikian editorial Xinhua.

Kepada Xi, Kim mengakui Negeri "Panda" memiliki peran krusial dalam perkembangan geopolitik di Semenanjung Korea.

Pemimpin yang berkuasa sejak 2011 itu menuturkan situasi di semenanjung sudah jauh lebih dingin dalam satu tahun terakhir.

"Karena itu, kami bakal berupaya supaya pertemuan kedua dengan AS bisa terjadi, dan menghasilkan keputusan yang diterima dunia internasional," imbuhnya.

Baca juga: Kereta Kim Jong Un Tinggalkan China Setelah Jong Un Bertemu Presiden Xi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Internasional
Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X