Pemerintah "Shutdown", Begini Cara Warga AS Bantu Urus Taman Nasional

Kompas.com - 10/01/2019, 10:52 WIB
Pengumuman penutupan layanan di Taman Nasional Yosemite, Washington, Amerika, menyusul shutdown layanan pemerintah Amerika karena berlarutnya pembahasan anggaran di parlemen. Gambar diambil Selasa (1/10/2013). SCOTT OLSON / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFPPengumuman penutupan layanan di Taman Nasional Yosemite, Washington, Amerika, menyusul shutdown layanan pemerintah Amerika karena berlarutnya pembahasan anggaran di parlemen. Gambar diambil Selasa (1/10/2013).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sebagian penutupan layanan pemerintah federal Amerika Serikat atau shutdown membuat sejumlah petugas di taman nasional harus dirumahkan.

Beberapa warga AS secara sukarela membantu mengurus taman nasional yang dianggap sebagai harta nasional itu.

Mereka menjaga taman agar tetap bersih meski shutdown terus berlanjut. Pada shutdown kali ini, pemerintahan Donald Trump memutuskan untuk tetap membuka beberapa taman nasional.

Sebagian layanan taman nasional masih dapat beroperasi dengan dana cadangan. Namun, ada juga sebagian karyawan National Park Service yang bahkan harus menjaga areal luas walau tidak digaji.


Baca juga: Rapat dengan Partai Demokrat soal Shutdown, Trump: Bye-bye

Kini, warga AS berupaya untuk turut serta menjaga kebersihan taman nasional.

Melansir CNN, Rabu (9/1/2019), berikut beberapa orang atau kelompok yang berusaha menjaga agar taman nasional tetap indah:

Marc Newland dan putrinya memunguti sampah di Pegunungan Great Smoky. (Facebook/Marc Newland) Marc Newland dan putrinya memunguti sampah di Pegunungan Great Smoky. (Facebook/Marc Newland)
Gerakan Patroli Sampah

Selama 15 tahun, Marc Newland dan keluarganya membentuk kru pembersihan untuk berkontribusi pada masyarakat.

Mengetahui pemerintah shutdown sehingga berdampak pada Pegunungan Great Smoky, dia tergerak untuk membantu membersihkan tempat yang sering dikunjungi keluarganya itu.

"Kita seharusnya mendaki, tapi putri saya ingin lebih baik kita memunguti sampah di sana," ucap Newland.

Bersama putrinya berusia 10 tahun, Erica, dia menjuluki aksinya sebagai gerakan "Government Shutdown Litter Patrol".

Baca juga: Terkena Shutdown, Ratusan Pegawai Negeri AS Kembali Kuliah

Dia juga mengundang siapa saja yang ingin membantu menjaga taman tetap bersih untuk bergabung dalam gerakannya.

Klub Mendaki Yosemite

Selama berlangsungnya shutdown, Taman Nasional Yosemite di California tetap buka dan beroperasi secara normal dengan staf terbatas.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X