Pemimpin Iran: Beberapa Pejabat AS Bodoh Level Tinggi

Kompas.com - 09/01/2019, 18:54 WIB
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.AFP Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

TEHERAN, KOMPAS.com - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyindir sejumlah pejabat Amerika Serikat ( AS) dengan menyebutnya sebagai idiot.

Dalam pidatonya di Teheran seperti dilansir AFP Rabu (9/1/2019), dia menyebut ada pejabat AS yang memprediksi Iran bakal kolaps.

Baca juga: Dituduh Jadi Mata-mata Iran, Mantan Menteri Israel Terancam 11 Tahun Penjara

Khamenei menjelaskan, pejabat AS tersebut memprediksi bahwa pergantian rezim di Iran bakal terjadi sebelum 2018 berakhir.

"Mereka berpura-pura bahwa mereka gila. Saya tidak setuju. Menurut saya mereka adalah bodoh level tinggi," sindir Khamenei.

Pemimpin yang berkuasa sejak 1989 itu menuturkan dalam pertemuan yang dia sebut "berisi teroris dan penjahat", pejabat AS itu berkata dia ingin merayakan Natal di Teheran.

"Natal sudah berlalu beberapa hari yang lalu. Begitulah kalkulasi AS bekerja," tutur pemimpin 79 tahun itu seperti dirilis di Twitter.

Tidak jelas kepada siapa pidato Khamenei ditujukan. Namun, pemerintahan Presiden Donald Trump sering menyerukan pergantian rezim di Iran.

Di antaranya adalah Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton yang sering berbicara di forum Rakyat Mujahidin Iran (MEK), yang sering disebut teroris oleh Teheran.

Bolton yang dikenal sebagai pendukung vokal pergantian rezim di Iran menyatakan dia memperkirakan bakal terjadi dalam waktu dekat.

"Sebelum 2019, kita semua yang ada di sini bakal merayakannya di Teheran," kata Bolton dalam pertemuan MEK di Paris pada Juli 2017.

Baca juga: Angkatan Laut Iran dan Rusia Agendakan Latihan Gabungan di Laut Kaspia



Terkini Lainnya

Terkuak, India Peringatkan Sri Lanka 1 Jam Sebelum Ledakan Bom Terjadi

Terkuak, India Peringatkan Sri Lanka 1 Jam Sebelum Ledakan Bom Terjadi

Internasional
Pembakaran Kotak Suara di Papua, Fadli Zon Pertanyakan Peran KPU dan Bawaslu

Pembakaran Kotak Suara di Papua, Fadli Zon Pertanyakan Peran KPU dan Bawaslu

Nasional
Dua Pembunuh Sopir Taksi Online di Palembang Divonis Hukuman Mati

Dua Pembunuh Sopir Taksi Online di Palembang Divonis Hukuman Mati

Regional
Dugaan Korupsi, Ketua Panitia Kemah Pemuda Kembali Mangkir Pemeriksaan

Dugaan Korupsi, Ketua Panitia Kemah Pemuda Kembali Mangkir Pemeriksaan

Megapolitan
Cara Go-Jek Tanggulangi Order Fiktif Go-Food yang Rugikan Pengemudi

Cara Go-Jek Tanggulangi Order Fiktif Go-Food yang Rugikan Pengemudi

Megapolitan
Ma'ruf Amin Pastikan Akan Bertemu dengan Sandiaga Uno

Ma'ruf Amin Pastikan Akan Bertemu dengan Sandiaga Uno

Regional
Turki: Jika AS Halangi Pengiriman Jet Tempur F-35, Kami Bisa Mencari di Tempat Lain

Turki: Jika AS Halangi Pengiriman Jet Tempur F-35, Kami Bisa Mencari di Tempat Lain

Internasional
Situng KPU Data 29,54 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,79 Persen, Prabowo-Sandi 44,21 Persen

Situng KPU Data 29,54 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,79 Persen, Prabowo-Sandi 44,21 Persen

Nasional
Di Pontianak, Menteri Agraria Bagikan 6.000 Sertifikat

Di Pontianak, Menteri Agraria Bagikan 6.000 Sertifikat

Regional
4 Caleg di Makassar Dilaporkan ke Gakkumdu Terkait Politik Uang

4 Caleg di Makassar Dilaporkan ke Gakkumdu Terkait Politik Uang

Regional
Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi di TMII, Mengapa?

Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi di TMII, Mengapa?

Megapolitan
Fadli Zon Usul DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pemilu

Fadli Zon Usul DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pemilu

Nasional
PKK Jabar: Agama dan Kematangan Usia Jadi Kunci Ketahanan Keluarga

PKK Jabar: Agama dan Kematangan Usia Jadi Kunci Ketahanan Keluarga

Regional
Paritisipasi Turun, Pencoblosan Ulang di 1 TPS di Lebak Dimenangkan Prabowo

Paritisipasi Turun, Pencoblosan Ulang di 1 TPS di Lebak Dimenangkan Prabowo

Regional
Hadiri Syukuran, Ma'ruf Amin Saksikan Penyembelihan Sapi Nazar dari Habib Hilal

Hadiri Syukuran, Ma'ruf Amin Saksikan Penyembelihan Sapi Nazar dari Habib Hilal

Regional

Close Ads X