Dituduh Jadi Mata-mata Iran, Mantan Menteri Israel Terancam 11 Tahun Penjara

Kompas.com - 09/01/2019, 18:33 WIB
Gonen Segev (tengah), mantan menteri energi dan infrastruktur Israel, saat memasuki ruang persidangan di Yerusalem, pada 5 Juli 2018.AFP / POOL / RONEN ZVULUN Gonen Segev (tengah), mantan menteri energi dan infrastruktur Israel, saat memasuki ruang persidangan di Yerusalem, pada 5 Juli 2018.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Seorang mantan menteri Israel yang dituduh telah menjadi mata-mata bagi musuh bebuyutan negara itu, Iran, diancam dengan hukuman hingga 11 tahun penjara.

Ancaman hukuman kepada Gonen Segev, mantan menteri energi dan infrastruktur Israel pada 1995-1996, tersebut setelah melalui tawar-menawar dengan jaksa.

Dalam perjanjian dengan jaksa, Segev diminta untuk mengakui tindakan melakukan spionase serius dan transfer informasi kepada pihak musuh.

Sebagai gantinya, tuduhan telah melakukan tindakan pengkhianatan negara akan ditangguhkan. Demikian disampaikan pengacara Segev, Eli Zohar dan Moshe Mazor, dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Saling Tuding Sebagai Mata-mata Polisi, 2 Tahanan Narkoba Berkelahi

"Tuan Segev memang melakukan kontak dengan Iran, namun motifnya bukan untuk membantu musuh saat perang atau pengkhianatan. Itulah sebabnya tuduhan pelanggaran itu dihapuskan dari dakwaan."

"Lembar dakwaan yang diubah hari ini dan tawaran pembelaan yang telah dicapai, mengembalikan kasus ini ke proporsi yang tepat dan wajar," tulis pernyataan pihak pengacara Segev, Rabu (9/1/2019).

Sidang pembacaan keputusan hukuman dijadwalkan digelar pada 11 Februari mendatang. Demikian diberitakan AFP.

Persidangan Segev dimulai pada Juli tahun lalu dan digelar secara tertutup di pengadilan distrik Yerusalem, dengan hanya beberapa rincian tuduhan yang diungkapkan ke publik.

Tuduhan awal, seperti yang dirilis kementerian kehakiman, adalah membantu musuh di masa perang, spionase serius, dan upaya melakukan spionase serius, serta menyampaikan informasi kepada musuh.

Baca juga: Dicurigai Jadi Mata-mata Korea Utara, Pegawai Negeri Perancis Ditahan



Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X