Terkena Shutdown, Ratusan Pegawai Negeri AS Kembali Kuliah

Kompas.com - 09/01/2019, 11:26 WIB
Sebagian pegawai negeri Amerika Serikat terlihat mengikuti kelas manajemen dari Jurusan Hubungan Publik American University pada 8 Januari 2019. Mereka adalah pegawai yang terdampak penutupan layanan pemerintahan (shutdown) secara parsial itu. AFP/CYRIL JULIENSebagian pegawai negeri Amerika Serikat terlihat mengikuti kelas manajemen dari Jurusan Hubungan Publik American University pada 8 Januari 2019. Mereka adalah pegawai yang terdampak penutupan layanan pemerintahan (shutdown) secara parsial itu.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Ratusan ribu pegawai negeri Amerika Serikat ( AS) dilaporkan kembali mengenyam bangku kuliah, dan mendaftar berbagai kelas.

Mereka termasuk dalam pegawai negeri yang tak dibayar karena penutupan layanan pemerintahan ( shutdown) secara parsial sejak 22 Desember 2018.

Dilaporkan AFP Rabu (9/1/2019), sekitar 550 pegawai itu mengikuti kelas seperti Starting a Podcast hingga Dealing with Change.

Baca juga: Petugas Dicutikan akibat Shutdown, 3 Orang Tewas di Taman Nasional AS

Kelas satu hari itu diselenggarakan Jurusan Hubungan Publik American University dan menjadi kesempatan bagi pegawai itu untuk melihat peluang berjejaring secara luas.

Kebanyakan dari para pegawai yang mendaftar mengaku melihat kuliah tersebut sebagai peluang untuk lepas dari rasa bosan dan stres.

Seperti yang dialami Adam Santo, seorang pejabat senior pada Kementerian Perdagangan. Dia bergurau istrinya sangat senang ketika tahu dia punya kegiatan.

"Selama tiga pekan, saya mencuci, membuat makan malam, mengurus rumah hingga putri saya. Istri saya sangat senang saat melihat saya keluar dari rumah," ujarnya.

Matthew Garlipp, pegawai di Kementerian Keuangan menuturkan, dia melihat sisi positif dari shutdown di mana dia punya waktu dengan anjingnya.

Namun, dia mengaku kehidupannya tanpa mempunyai agenda pasti membuatnya berbeda. "Ini adalah kesempatan bagus untuk belajar hal baru. Namun saya tetap ingin bekerja," lanjut pegawai 28 tahun itu.

Meski menyikapi shutdown sambil bercanda, tersembur kekhawatiran bahwa mereka bakal menghadapi masalah keuangan dari shutdown parsial itu.

Pegawai Kementerian Pertanian Marcela Trask berkata, bagian paling menantang adalah bagaimana mereka bakal membayar tagihan ketika gaji mereka belum dibayarkan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara 'Online'

Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara "Online"

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X