Pasien Koma Lahirkan Bayi, Petinggi Klinik di AS Mengundurkan Diri

Kompas.com - 09/01/2019, 07:21 WIB
Ilustrasi rumah sakit SHUTTERSTOCKIlustrasi rumah sakit

PHOENIX, KOMPAS.com - Bos sebuah klinik swasta di Amerika Serikat mengundurkan diri usai insiden pasien koma yang melahirkan bayi pada Desember 2018.

Melansir Sky News, Selasa (8/1/2019), Kepala Eksekutif Klinik Hacienda HealthCare, Bill Timmons, mundur dengan persetujuan bulat dari dewan direksi.

Sebelumnya, staf di klinik yang terletak di Phoenix, Arizona itu tidak menyadari bahwa perempuan yang koma selama lebih dari 10 tahun telah hamil.

Baca juga: Polisi AS Selidiki Kasus Bayi Lahir dari Perempuan yang Koma 10 Tahun


Kemudian, pasien berusia 29 tahun itu tersebut melahirkan bayi laki-laki yang sehat.

Sementara polisi masih menyelidiki kasus ini, inspektur pelayanan kesehatan Arizona menerapkan protokol ketat terhadao pemeriksaan pasien.

"Peningkatan pemantauan area perawatan pasien dan langkah keamanan sehubungan dengan pengunjung di fasilitas tersebut," demikian pernyataan Departemen Kesehatan Arizona.

Wakil Presiden Eksekutif Hacienda HealthCare Gary Orman mengatakan, kasus ini belum pernah terjadi sebelumnya.

"Kasus ini menghancurkan semua orang, dari korban dan keluarganya, hingga staf Hacienda di setiap tingkat organisasi kami," tuturnya.

Seorang mantan perawatnya mengatakan kepada ABC, keluarga perempuan tersebut biasanya berkunjung dalam beberapa bulan, dengan kelompok besar sekitar 15 orang.

Sementara itu, ibu korban mengaku kepercayaannya terhadap klinik sudah memudar.

"Kepercayaan telah hancur, benar-benar hancur," kata Karina Cesena, seperti dikutip dari AZ Family.

Baca juga: Tembak Anjing Chihuahua, Polisi di AS Dipecat

Putrinya mengalami cedera otak traumatis dan kini harus mengalami ratusan kejang-kejang setiap hari.

Sekarang, dia bertekad terus bersiaga di kamar putrinya dan tidak pernah meninggalkannya hingga pelaku pemerkosaan ditemukan.

"Dia belum bisa berjalan atau berbicara, tapi dia mengerti," ucapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Internasional
Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X