Meludah Sembarangan di Kirgistan, Siap-siap Didenda Rp 1 Juta

Kompas.com - 08/01/2019, 23:37 WIB
Papan tanda dilarang meludah. SHUTTERSTOCKPapan tanda dilarang meludah.

BISHKEK, KOMPAS.com - Pemerintah Kirgistan pada 1 Januari 2019 telah mulai memberlakukan aturan denda bagi orang yang meludah di tempat umum.

Berdasarkan aturan baru tersebut, seseorang yang kedapatan meludah di sembarang tempat dapat terancam hukuman denda hingga sebesar 5.500 som Kirgistan atau sekitar Rp 1 juta.

Aturan denda baru itu bahkan telah dijatuhkan kepada seorang pria yang merekam aksinya sengaja meludahi gedung pemerintahan untuk kemudian mengunggahnya ke YouTube.

Pria tersebut, yang diidentifikasi oleh polisi bernama Ramis Zakiriyev telah diperintahkan untuk membayar dendanya.

Dalam video yang diunggahnya, Zakiriyev dengan sengaja meludahi gerbang gedung pemerintahan tempat kantor presiden dan parlemen di ibu kota Bishkek.

Baca juga: Selain Denda, Ini Sanksi bagi Warga Kota di India jika Meludah Sembarangan

Setelah meludah, Zakiriyev tampak mengeluarkan sejumlah uang dan menantang pihak berwenang untuk mendendanya.

"Ini. Ambil denda dariku. Saya sudah lama ingin meludahi para pejabat kucing gemuk itu yang tidak bisa melakukan apa pun kecuali berbicara. Ini terimalah!" kata dia seperti terekam dalam video.

Disampaikan juru bicara kepolisian, saat dihubungi AFP, pada Selasa (8/1/2019), Zakiriyev mengaku melakukan tindakan tersebut sebagai bentuk protes atas ketidakpuasan terhadap para pejabat korup.

Dan sesuai dengan peraturan yang berlaku, polisi mengkonfirmasi bahwa Zakiriyev telah diwajibkan membayarkan denda sebesar 5.500 som.

Aturan denda tersebut diberlakukan pemerintah setelah melihat kebiasaan warga Kirgistan yang menganggap meludah di jalanan sebagai hal yang biasa.

Tak hanya denda untuk meludah sembarangan, aturan denda yang juga mulai diberlakukan termasuk membuang sampah sembarangan dan membakar sampah rumah tangga.

Warga Bishkek sebelumnya telah menyerukan denda yang lebih berat untuk tindakan meludah sembarangan. Mereka bahkan sempat menggelar aksi protes publik.

Namun beberapa warga lainnya justru menilai denda baru tersebut terlalu berat untuk negara  dengan penduduk yang memiliki pendapatan bulanan rata-rata kurang dari 15.000 som Kirgistan (sekitar Rp 3 juta).

Baca juga: Warga Hobi Meludah Sembarangan, Pemerintah India Minta Tolong Dewa



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X