Trump: Penarikan Pasukan AS dari Suriah akan Dilakukan secara Bijaksana - Kompas.com

Trump: Penarikan Pasukan AS dari Suriah akan Dilakukan secara Bijaksana

Kompas.com - 08/01/2019, 14:49 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.AFP / NICHOLAS KAMM Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampaknya mulai mempertimbangkan kembali rencana penarikan tentaranya dari Suriah, dengan mengatakan bahwa penarikan pasukan dari negara konflik tersebut akan dilakukan secara "bijaksana".

Pernyataan Trump pada Senin (7/1/2019) disebut disampaikan untuk mengakhiri kekhawatiran banyak pihak atas keputusan penarikan pasukan AS secara tiba-tiba dari Suriah.

"Kami akan pergi dengan langkah yang tepat dan di saat bersamaan akan terus memerangi ISIS dan melakukan hal lain yang bijaksana dan perlu!" tulis Trump pada akun Twitter-nya, Senin (7/1/2019).

Trump telah mendapat banyak tekanan baik dari dalam negeri maupun dari negara-negara sekutunya setelah pernyataannya yang mengatakan bahwa ISIS telah berhasil dikalahkan dii Suriah dan dia ingin menarik pasukan AS keluar dari negara konflik itu.


Baca juga: AS dan Korut Masih Negosiasi Lokasi Pertemuan Kedua Trump dengan Kim

Pernyataan Trump itu menyusul hasil pembicaraan antara Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, pada Minggu (6/1/2019).

Dalam kunjungannya ke Israel, Bolton menyampaikan kepada Netanyahu bahwa penarikan pasukan AS dari Suriah tidak akan terjadi sebelum ISIS dapat dikalahkan hingga tidak mampu bangkit kembali.

Seperti diketahui, sebelumnya pada Desember, Trump membuat pernyataan mengejutkan dengan menyebut akan menarik pasukannya sesegera mungkin dari Suriah, setelah berhasil membantu otoritas setempat dalam memerangi ISIS.

Pengumuman Trump memicu reaksi dari negara-negara sekutu AS, seperti Inggris dan Perancis, yang memperingatkan kepada Trump bahwa ISIS belum dikalahkan.

Kekhawatiran juga muncul terhadap nasib kelompok Kurdi di Suriah yang telah bersama-sama dengan AS melawan ISIS, namun kini terancam oleh serangan dari Turki.

Janji penarikan pasukan tersebut turut memicu pertentangan secara terang-terangan dari Partai Republik, hingga mendorong James Mattis untuk mengundurkan diri dari posisi sebagai menteri pertahanan.

Menteri Luar Negeri Mike Pompe mengatakan, pihaknya telah berbicara dengan para pejabat di Perancis.

"Kami memastikan akan mengatasi kekhawatiran mereka. Semua orang memahami apa yang sedang dilakukan AS," ujar Pompeo sebelum bertolak untuk kunjungan ke Timur Tengah.

Baca juga: Shutdown Memasuki Pekan Ketiga, Trump: Tidak Banyak Kemajuan

Dalam pernyataannya, Senin (7/1/2019), Trump turut mengeluhkan media yang telah mengubah kata-katanya, dan menegaskan bahwa posisinya tentang Suriah tidak berbeda dengan pernyataan aslinya.

Saat ini, ada sekitar 2.000 pasukan AS di Suriah yang bertugas untuk melatih pasukan lokal dalam memerangi ISIS.

"Kami akan terus bekerja dengan koalisi dan rekan regional kami menuju kekalahan ISIS untuk selamanya," ujar juru bicara Pentagon, Komandan Sean Robertson, kepada AFP.


Terkini Lainnya

Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Megapolitan
Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Nasional
Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Internasional
Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Nasional
Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Regional
Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Nasional
Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Internasional
Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Nasional
Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

Nasional
Pengalaman Mencoba Akses WiFi Gratis di Stasiun Jabodetabek...

Pengalaman Mencoba Akses WiFi Gratis di Stasiun Jabodetabek...

Megapolitan
Berpose dengan Senapan, Perempuan Ini Mengaku Tak Sengaja Tembak Pacarnya

Berpose dengan Senapan, Perempuan Ini Mengaku Tak Sengaja Tembak Pacarnya

Internasional
Sarana dan Prasarana Canggih yang Akan Dibangun di TPST Bantargebang

Sarana dan Prasarana Canggih yang Akan Dibangun di TPST Bantargebang

Megapolitan
Konsulat Malaysia Tak Kirim Bantuan Hukum untuk Warganya yang Terjerat Kasus Pijat Ilegal

Konsulat Malaysia Tak Kirim Bantuan Hukum untuk Warganya yang Terjerat Kasus Pijat Ilegal

Regional
4 Fakta Pengedar yang Simpan dan Konsumsi Narkoba di Sekolah Jakarta Barat

4 Fakta Pengedar yang Simpan dan Konsumsi Narkoba di Sekolah Jakarta Barat

Megapolitan
Status Siaga, Gunung Soputan Keluarkan Asap hingga 100 Meter dari Puncak

Status Siaga, Gunung Soputan Keluarkan Asap hingga 100 Meter dari Puncak

Regional

Close Ads X