8 Januari 1889, Mesin Tabulasi Diperkenalkan untuk Membantu Sensus

Kompas.com - 08/01/2019, 11:29 WIB
Mesin Tabulasismithsonianmag Mesin Tabulasi

KOMPAS.com - Banyaknya populasi penduduk di suatu tempat menimbulkan permasalahan. Salah satunya adalah mengenai penghitungan jumlah penduduk dan juga kebijakan yang akan diterapkan oleh pemerintah.

Salah satu cara yang paling jitu terkait jumlah penduduk adalah dengan melakukan sensus dan memetakan setiap penduduk berdasarkan kriteria tertentu. Melalui mekanisme itu, ledakan populasi penduduk bisa diperkirakan.

Namun, masalah lain timbul karena ada kekhawatiran hasil dari penghitungan tahun sebelumnya tak tersimpan dengan baik. Maka dari itulah, muncul gagasan untuk membuat mesin tabulasi yang bisa menyimpan hasil sensus.

Hari ini 130 tahun yang lalu, tepatnya pada 8 Januari 1889, mesin tabulasi diperkenalkan dan mendapatkan patennya.

Hadirnya mesin ini membantu biro sensus di Amerika Serikat untuk mempermudah perhitungan data-data sensus sebelumnya.

Adapun seorang di balik mesin ini adalah Herman Hollerith, penemu asal New York Amerika Serikat. Berkat mesin yang dikembangkannya, sensus penduduk dan penyimpanan data menjadi lebih mudah dilakukan.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah, Hak Paten Penemuan AC untuk Willis Carrier

Dilansir dari Smithsonian.com, awalnya Hollerith diajak untuk memperbaiki sistem sensus yang ada di AS oleh salah seorang profesor. Mereka mulai bekerja pada 1880-an dengan menggunakan perangkat "Seaton".

Alat ini digunakan untuk membuat hasil data, dan butuh delapan tahun untuk menghitung 50 juta orang AS untuk sensus 1880.

Karena masalah waktu, Hollerith membuat semacam alat yang mampu menghitung lebih cepat dan lebih efisien dalam mengembangkan solusi masalah sensus.

Memenangkan kompetisi

Pada 1888, Biro sensus AS mengadakan kompetisi untuk menemukan sistem sensus yang lebih efisien. Kontes ini mengharuskan peserta yang ikut untuk memproses data sensus sejak 1880.

Salah satu kontestan mampu menyelesaikan data dengan waktu 144,5 jam dan 100,5 jam. Namun, Hollerith selesai hanya dalam 72,5 jam dan memenangkan kompetisi tersebut.

Terlepas dari sistem yang dia kerjakan, dia juga berhasil mengembangkan alat untuk membantunya menyimpan data sensus.

Hollerith mulai bereksperimen dengan gulungan kertas yang dilubangi, dengan tiap lubang untuk mewakili informasi. Kemudian, dia akhirnya memilih kartu punch, yang lebih tahan lama dan dapat dimasukkan melalui mesin hitung dengan lebih mudah.

Page:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X