Kompas.com - 07/01/2019, 12:43 WIB

ANKARA, KOMPAS.com - Pemerintah Turki mengkritik Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dengan menyebutnya tak paham mengenai permasalahan kaum Kurdi di Suriah.

Kritik tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas pernyataan Pompeo sebelumnya, yang mengebutkan jika Washington ingin memastikan bahwa Ankara tidak akan membantai kaum Kurdi di Suriah usai AS menarik pasukannya.

"Pompeo menyejajarkan organisasi teror YPG dengan kaum Kurdi, (bahkan) jika tidak disengaja, hal ini menunjukkan kurangnya pengetahuan yang mengkhawatirkan, kata Hami Aksoy, juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, pada Jumat (4/1/2019).

Baca juga: AS Ingin Pastikan Turki Tidak Bantai Kaum Kurdi di Suriah

Pemerintah Turki selalu menegaskan bahwa mereka tidak mendiskriminasi kaum Kurdi di Suriah sebagai minoritas, namun mereka tegas menentang milisi YPG, Unit Perlindungan Rakyat Kurdi, yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.

YPG didukung AS dan menjadi kekuatan utama dalam Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang bersama-sama turut memerangi kelompok ISIS di Suriah.

Namun Ankara memandang YPG sebagai perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang di Turki dan terlibat dalam upaya kudeta yang gagal pada 2016.

Jika YPG dianggap sekutu oleh AS, PKK telah dipandang sebagai organisasi teror baik oleh Ankara maupun sekutu Barat-nya, karena dianggap telah melancarkan pemberontakan di Turki sejak 1984.

Washington telah memberikan dukungan militer kepada YPG dalam rangka memerangi kelompok ISIS. Hal tersebut sempat menimbulkan ketegangan antara dua sekutu NATO tersebut.

"Kami mengecam keras bahwa organisasi teror ini dipandang sebagai mitra dalam perang melawan ISIS," kata Aksoy dalam sebuah pernyataan.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah AS ingin berbicara dengan Turki untuk memastikan keselamatan kaum Kurdi di Suriah setelah pasukan AS pergi.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengakui adanya kekhawatiran akan nasib para pejuang Kurdi yang sempat menjadi sekutu AS di Suriah utara setelah keputusan mendadak Presiden Donald Trump untuk menarik pasukannya dari negara itu.

"Penting untuk memastikan bahwa Turki tidak akan membantai kaun Kurdi dan melindungi minoritas agama di Suriah. Semua hal itu masih menjadi bagian dari misi AS," kata Pompeo dikutip Newsmax, situs berita populer AS, pada Kamis (3/1/2019).

Baca juga: Kurdi Suriah Minta Bantuan Assad, Begini Respon Erdogan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.