Turki Sebut Menlu AS Tak Paham soal Kaum Kurdi di Suriah

Kompas.com - 07/01/2019, 12:43 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo saat konferensi pers Kantor Kemenlu AS, di Washington, DC, pada Jumat (11/5/2018). (AFP/Mandel Ngan) Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo saat konferensi pers Kantor Kemenlu AS, di Washington, DC, pada Jumat (11/5/2018). (AFP/Mandel Ngan)

ANKARA, KOMPAS.com - Pemerintah Turki mengkritik Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dengan menyebutnya tak paham mengenai permasalahan kaum Kurdi di Suriah.

Kritik tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas pernyataan Pompeo sebelumnya, yang mengebutkan jika Washington ingin memastikan bahwa Ankara tidak akan membantai kaum Kurdi di Suriah usai AS menarik pasukannya.

"Pompeo menyejajarkan organisasi teror YPG dengan kaum Kurdi, (bahkan) jika tidak disengaja, hal ini menunjukkan kurangnya pengetahuan yang mengkhawatirkan, kata Hami Aksoy, juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, pada Jumat (4/1/2019).

Baca juga: AS Ingin Pastikan Turki Tidak Bantai Kaum Kurdi di Suriah


Pemerintah Turki selalu menegaskan bahwa mereka tidak mendiskriminasi kaum Kurdi di Suriah sebagai minoritas, namun mereka tegas menentang milisi YPG, Unit Perlindungan Rakyat Kurdi, yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.

YPG didukung AS dan menjadi kekuatan utama dalam Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang bersama-sama turut memerangi kelompok ISIS di Suriah.

Namun Ankara memandang YPG sebagai perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang di Turki dan terlibat dalam upaya kudeta yang gagal pada 2016.

Jika YPG dianggap sekutu oleh AS, PKK telah dipandang sebagai organisasi teror baik oleh Ankara maupun sekutu Barat-nya, karena dianggap telah melancarkan pemberontakan di Turki sejak 1984.

Washington telah memberikan dukungan militer kepada YPG dalam rangka memerangi kelompok ISIS. Hal tersebut sempat menimbulkan ketegangan antara dua sekutu NATO tersebut.

"Kami mengecam keras bahwa organisasi teror ini dipandang sebagai mitra dalam perang melawan ISIS," kata Aksoy dalam sebuah pernyataan.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah AS ingin berbicara dengan Turki untuk memastikan keselamatan kaum Kurdi di Suriah setelah pasukan AS pergi.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengakui adanya kekhawatiran akan nasib para pejuang Kurdi yang sempat menjadi sekutu AS di Suriah utara setelah keputusan mendadak Presiden Donald Trump untuk menarik pasukannya dari negara itu.

"Penting untuk memastikan bahwa Turki tidak akan membantai kaun Kurdi dan melindungi minoritas agama di Suriah. Semua hal itu masih menjadi bagian dari misi AS," kata Pompeo dikutip Newsmax, situs berita populer AS, pada Kamis (3/1/2019).

Baca juga: Kurdi Suriah Minta Bantuan Assad, Begini Respon Erdogan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibilang 'Muka Dua', PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Dibilang "Muka Dua", PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Internasional
Kembali Disebut Trump 'Pria Roket', Kim Jong Un Tidak Senang

Kembali Disebut Trump "Pria Roket", Kim Jong Un Tidak Senang

Internasional
Trump Sebut Perdana Menteri Kanada 'Si Muka Dua' di Pertemuan NATO

Trump Sebut Perdana Menteri Kanada "Si Muka Dua" di Pertemuan NATO

Internasional
13 Orang di Filipina Tewas akibat Amukan Topan Kammuri

13 Orang di Filipina Tewas akibat Amukan Topan Kammuri

Internasional
Penembakan di Pangkalan Pearl Harbor, 3 Orang Tewas Termasuk Pelaku

Penembakan di Pangkalan Pearl Harbor, 3 Orang Tewas Termasuk Pelaku

Internasional
Jokowi Raih Asian of the Year 2019, Dianggap Pemimpin Jujur dan Efektif

Jokowi Raih Asian of the Year 2019, Dianggap Pemimpin Jujur dan Efektif

Internasional
Presiden Jokowi Dinobatkan sebagai Asian of the Year 2019 oleh Media Singapura The Straits Times

Presiden Jokowi Dinobatkan sebagai Asian of the Year 2019 oleh Media Singapura The Straits Times

Internasional
Trump Batalkan Konferensi Pers Terakhir di Pertemuan NATO, Ada Apa?

Trump Batalkan Konferensi Pers Terakhir di Pertemuan NATO, Ada Apa?

Internasional
AS Pertimbangkan Kirim 14.000 Tentara Tambahan ke Timur Tengah

AS Pertimbangkan Kirim 14.000 Tentara Tambahan ke Timur Tengah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Beri Peringatan kepada AS | Pemimpin Dunia Ketahuan Bergosip soal Trump

[POPULER INTERNASIONAL] China Beri Peringatan kepada AS | Pemimpin Dunia Ketahuan Bergosip soal Trump

Internasional
Ibu Ini Ditangkap Setelah Jual Bayinya Seharga Rp 31 Juta

Ibu Ini Ditangkap Setelah Jual Bayinya Seharga Rp 31 Juta

Internasional
Korut Rilis Gambar Kim Jong Un Tunggangi Kuda Putih di Gunung Keramat Paektu

Korut Rilis Gambar Kim Jong Un Tunggangi Kuda Putih di Gunung Keramat Paektu

Internasional
Sempat Calon Unggulan, Senator Kamala Harris Mundur dari Pertarungan Pilpres AS 2020

Sempat Calon Unggulan, Senator Kamala Harris Mundur dari Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
6 Orang Tewas Diserang di Afghanistan, Salah Satunya Dokter asal Jepang

6 Orang Tewas Diserang di Afghanistan, Salah Satunya Dokter asal Jepang

Internasional
UU soal Muslim Uighur Disahkan, China: AS Bakal Membayar Akibatnya

UU soal Muslim Uighur Disahkan, China: AS Bakal Membayar Akibatnya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X