Kompas.com - 07/01/2019, 06:34 WIB
Anggota Al Qaeda yang mendalangi serangan terhadap kapal USS Cole pada 2000, Jamal al-Badawi, tewas dalam serangan udara militer Amerika Serikat pada 1 Januari 2019. (EPA/Yahya Arhab via Daily Mirror) Anggota Al Qaeda yang mendalangi serangan terhadap kapal USS Cole pada 2000, Jamal al-Badawi, tewas dalam serangan udara militer Amerika Serikat pada 1 Januari 2019. (EPA/Yahya Arhab via Daily Mirror)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Militer Amerika Serikat membunuh seorang anggota kelompok Al Qaeda yang mendalangi pengemoban terhadap kapal USS Cole pada 2000.

AFP melaporkan, Jamal al-Badawi tewas dalam serangan udara melalui serangan presisi pada Tahun Baru di Marib, Yaman.

Demikian pernyataan Komando Pusat AS pada Minggu (7/1/2019), yang juga dikonfirmasi oleh Presiden AS Donald Trump.

Baca juga: NATO: Al Qaeda Berupaya Rebut Kembali Posisi sebagai Kelompok Militan Internasional

"Militer hebat kami telah memberikan keadilan bagi para pahlawan yang gugur dan terluka dalam serangan terhadap USS Cole," kicau Trump di Twitter.

"Kami baru saja membunuh pemimpin serangan itu, Jamal al-Badawi," lanjutnya.

Trump menegaskan, militer AS tidak akan pernah berhenti dalam berjuang melawan kelompok ekstremis.

Sebelumnya, pada Jumat lalu, Kementerian Pertahanan AS alias Pentagon menyatakan al-Badawi kemungkinan telah tewas dalam serangan udara.

"Kami memperhatikan laporan bahwa Jamal al-Badawi terbunuh dalam serangan di Yaman," ucap juru bicara Komando Pusat AS Bill Urban kepada NBC News.

Pengeboman USS Cole di pelabuhan Yaman terjadi sekitar 11 bulan sebelum serangan 11 September di World Trade Center dan Pentagon.

Serangan pada 12 Oktober 2000 itu terjadi ketika sebuah perahu karet penuh bahan peledak meledak. Perahu itu diketahui mengitari haluan kapal perusak, yang baru saja berlabuh untuk mengisi bahan bakar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber AFP,NBC News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X