Kompas.com - 04/01/2019, 23:44 WIB

KOMPAS.com - Hampir semua orang pasti tahu dan pernah mencoba makan mi instan. Makanan yang mudah disajikan itu telah menjadi kegemaran banyak orang, terutama di Asia.

Mi instan memiliki sejarah panjang dan orang yang berjasa sebagai pencipta makanan revolusioner itu adalah Momofuku Ando.

Ando adalah sosok yang pertama kali mengkreasikan mi menjadi bahan pangan yang tahan lama dengan dikeringkan melalui penggorengan kilat, untuk kemudian dimasak kembali menggunakan air mendidih.

Baca juga: Melihat Sejarah Mi Instan Pertama Dunia di Cup Noodles Museum

Awal Kehidupan

Momofuku Ando terlahir dengan nama Go Pek-hok. Dia lahir di Puzi, Chiayi, Taiwan pada 5 Maret 1910, di tengah keluarga yang cukup berada secara ekonomi. Saat itu, Taiwan masih berada di bawah pendudukan Jepang.

Kedua orangtuanya meninggal saat dia masih sangat muda sehingga kemudian dia tinggal bersama dan diasuh oleh kakek neneknya di Kota Tainan.

Tinggal bersama kakek neneknya yang memiliki sebuah toko tekstil, membuat Ando sedikit banyak memahami bisnis tersebut, sehingga saat berusia 22 tahun, dengan menggunakan tabungannya sebesar 190.000 yen, dia membuka toko tekstil miliknya sendiri di kawasan Taipei.

Setahun berselang, pada 1933, saat masih berusia 23 tahun, Ando memutuskan untuk pindah ke Jepang, tepatnya di Osaka, dan membuka toko pakaian.

Dia juga mulai melanjutkan pendidikan dengan mengambil jurusan ekonomi di Universitas Ritsumeikan, di Kyoto.

Usai berakhirnya Perang Dunia II pada 1945, Jepang kehilangan wilayahnya di Taiwan dan Ando harus memilih antara tetap menjadi warga Taiwan atau menjadi warga negara Jepang.

Dia pun memilih tetap menjadi warga Taiwan dengan mempertahankan peninggalan keluarganya yang ada di Taiwan. Meski demikian, Ando menetap dan tinggal di Jepang.

Ando baru menjadi warga negara Jepang setelah menikah dengan seorang perempuan Jepang, Masako Ando pada 1966.

Nama Momofuku adalah cara baca namanya, Pek-hok, dalam bahasa Jepang. Sedangkan nama Ando didapat dari nama keluarga sang istri.

Ando sempat menjalani hampir dua tahun penjara pada 1948, karena kasus penghindaran pajak. Dia beralasan menggunakan uang pajak untuk membantu memberi beasiswa bagi anak yang membutuhkan.

Baca juga: Beragam Sajian Mi Instan dalam Suasana Kafe

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.