Kompas.com - 04/01/2019, 19:40 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Pemerintah Malaysia pada 1 Januari 2019 resmi memberlakukan larangan merokok di semua restoran, kedai kopi, pusat jajanan, dan bahkan kedai makan terbuka.

Mereka yang kedapatan merokok di area terlarang akan didenda hingga 10.000 ringgit atau Rp 34,5 juta, atau menghadapi hukuman penjara sementara dua tahun.

Sementara, restoran yang mengizinkan pelanggan untuk merokok akan dikenai denda maksimum 2.500 ringgit atau Rp 8,6 juta.

Baca juga: Ingin Berhenti Merokok di Tahun 2019? Berikut Tipsnya

Penerapan aturan baru ini membuat seorang karyawan restoran harus menerima perlakuan tak menyenangkan dari pelanggan.

Diwartakan Straits Times, Jumat (4/1/2019), seorang pelayan restoran di Shah Alam bernama Selvam menegur kepada sekelompok pria untuk berhenti merokok di restoran.

Namun, salah satu dari tiga pria itu justru marah dan menamparnya. Padahal, Selvam mengaku hanya ingin mengingatkan mereka perihal aturan hukum yang baru berlaku awal tahun ini.

"Saat itu, sekitar pukul 12.30 pada 1 Januari. Kami telah memasang peringatan 'dilarang merokok', tapi beberapa pelanggan masih merokok," ucapnya.

"Salah satu dari mereka berdiri dan tiba-tiba menampar saya. Saya terkejut. Kemudian mereka pergi," ucapnya.

Pada hari itu juga, Selvam juga dimarahi pelanggan lainnya dengan alasan yang sama.

"Saya tidak tahu mengapa orang tidak bisa mengikuti aturan ketimbang berperilaku seperti ini," tuturnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.