Kanada Sebut 13 Warga Negaranya Telah Ditahan di China - Kompas.com

Kanada Sebut 13 Warga Negaranya Telah Ditahan di China

Kompas.com - 04/01/2019, 14:55 WIB
Ilustrasi seseorang diborgol.THINKSTOCK Ilustrasi seseorang diborgol.

OTTAWA, KOMPAS.com - Pemerintah Kanada menyebut ada 13 warga negaranya yang telah ditahan otoritas di China sejak awal Desember 2018 lalu.

Dari jumlah warga Kanada yang ditahan itu, sebanyak delapan orang di antaranya telah kembali dibebaskan.

Mereka yang ditahan termasuk mantan diplomat Michael Kovrig dan konsultan Michael Spavor yang ditangkap pada 10 Desember lalu dan dituduh melakukan kegiatan yang mengancam keamanan nasional.

Satu orang lainnya, bernama Sarah McIver, termasuk yang kembali dibebaskan dan kini sudah berada di Kanada.


Disampaikan juru bicara Kanada untuk Urusan Global, Guillaume Berube, Kamis (3/1/2019), yang telah mengkonfirmasi penahanan tersebut, jumlah orang yang ditahan itu belum termasuk yang ada di Hong Kong.

Baca juga: Petinggi Huawei Dituduh Lakukan Kesepakatan Bisnis dengan Iran

Beberapa pengamat meyakini bahwa penangkapan Kovrig, yang bekerja untuk International Crisis Group, maupun Spavor, yang kerap diajak berkonsultasi tentang hal-hal terkait Korea Utara, adalah sebagai tindakan balasan atas penahanan pejabat keuangan Huawei, Meng Wanzhou, yang menghadapi ancaman ekstradisi ke AS.

Washington telah menuntut dilakukannya ekstradisi Meng yang dituduh telah melakukan penipuan karena membantu menghindari sanksi AS terhadap Iran.

Namun Meng telah dibebaskan dari tahanan pada 12 Desember lalu usai jaminannya sebesar 10 juta dollar Kanada atau lebih dari Rp 108 miliar, dibayarkan.

Meng kini menjadi tahanan rumah dan harus mengenakan perangkat pengamanan di pergelangan kakinya selama menunggu sidang ekstradisi.

Pemerintah Kanada, melalui Menteri Luar Negeri Chrystia Freeland, mengatakan telah berulang kali menuntut pembebasa terhadap Kovrig dan Sparov.

Mereka menyebut penahanan terhadap kedua warga negara Kanada itu sebagai sebuah tindak sewenang-wenang yang dilakukan otiritas China.

Kendati mengecam tindakan penahanan, namun otoritas Kanada menyebut jumlah warga negaranya yang pernah ditahan di China maupun yang sedang menghadapi proses hukum, masih dalam batas stabil.

Baca juga: China Dilaporkan Kembali Tangkap Warga Negara Kanada

Diperkirakan total telah ada sekitar 200 warga Kanada yang sejauh ini pernah ditahan China maupun yang sedang menghadapi proses hukum.

Jika dibandingkan dengan jumlah warga negaranya yang bermasalah dengan hukum luar negeri, angka tersebut masih tergolong tidak banyak.

Dilansir dari AFP, jumlah warga Kanada yang pernah atau sedang ditahan dan menjalani proses hukum di Amerika Serikat (AS) mencapai 900 orang.


Terkini Lainnya

Jelang Pemilu, Sudin Dukcapil Jakarta Timur Lakukan Perekaman e-KTP ke Sejumlah Sekolah

Jelang Pemilu, Sudin Dukcapil Jakarta Timur Lakukan Perekaman e-KTP ke Sejumlah Sekolah

Megapolitan
Bertingkah Laku Buruk, Keluarga Turis Inggris Dideportasi dari Selandia Baru

Bertingkah Laku Buruk, Keluarga Turis Inggris Dideportasi dari Selandia Baru

Internasional
Kasus Penguasaan Lahan, Hercules dan Anggotanya Jalani Sidang Dakwaan

Kasus Penguasaan Lahan, Hercules dan Anggotanya Jalani Sidang Dakwaan

Megapolitan
Sebar Hoaks yang Meresahkan, Pemuda Ini Dibekuk Polda Gorontalo

Sebar Hoaks yang Meresahkan, Pemuda Ini Dibekuk Polda Gorontalo

Regional
Kuasa Hukum Plt Kepala BPPKAD Gresik Sebut Uang Potongan Insentif oleh Kliennya untuk Biaya Kegiatan

Kuasa Hukum Plt Kepala BPPKAD Gresik Sebut Uang Potongan Insentif oleh Kliennya untuk Biaya Kegiatan

Regional
Polisi Tangkap Aris Indonesian Idol Terkait Kasus Narkoba

Polisi Tangkap Aris Indonesian Idol Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Megapolitan
Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Nasional
Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Internasional
Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Nasional
Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Regional
Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Nasional
Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Internasional
Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Nasional
Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

Nasional

Close Ads X