Meski Ada Kebijakan Dua Anak, Populasi di China Disebut Menyusut - Kompas.com

Meski Ada Kebijakan Dua Anak, Populasi di China Disebut Menyusut

Kompas.com - 03/01/2019, 21:14 WIB
Suasana di salah satu stasiun kereta api bawah tanah Beijing, China.wikipedia Suasana di salah satu stasiun kereta api bawah tanah Beijing, China.

BEIJING, KOMPAS.com - Populasi di China pada 2018 tercatat menyusut untuk kali pertama dalam 70 tahun.

Diwartakan AFP, Kamis (3/1/2018), para pakar memperingatkan "krisis demografis" yang dapat menyebabkan perlambatan ekonomi di Negeri Tirai Bambu itu.

Dengan sekitar 1,4 miliar penduduk, selama beberapa dekade pemerintah China membatasi jumlah kelahiran dengan satu anak bagi setiap keluarga.

Baca juga: Beijing Janji Pulihkan Terumbu Karang yang Rusak Akibat Pulau Buatan di Laut China Selatan

Namun sejak 2016, pasangan di negara tersebut diperbolehkan memiliki dua anak, menyusul kekhawatiran soal jumlah warga lanjut usia dan tenaga kerja yang menyusut.

Pada 2018, jumlah kelahiran di China turun 2,5 juta secara year-on-year.

Menurut analisis akademisi berbasis di Amerika Serikat, Yi Fuxian, angka ini bertentangan dengan jumlah perkiraan yang meningkat sebanyak 790.000 kelahiran.

Yi merupakan seorang peneliti di Universitas of Wisconsin-Madison. Dia mengkritik kebijakan satu anak dan karyanya telah menarik perhatian pemimpin negara.

Kebijakan satu anak menyebabkan angka kelahiran anjlok sejak diberlakukan pada 1979. Meski kebijakan dua anak mulai digaungkan, tidak ada peningkatan jumlah persalinan.

"Tahun lalu menandai titik balik bersejarah bagi populasi di China," katanya.

Perhitungan Yi menunjukkan, jumlah kematian pada 2018 di China mencapai sekitar 11,58 juta dan populasi yang menyusut sebanyak 1,27 juta.

"Populasi China mulai berkurang untuk pertama kalinya sejak China Baru pada 1949, masalah penuaan makin cepat dan vitalitas ekonomi melemah," ucapnya.

Temuan Yi itu akan muncul dalam makalah penelitian yang ditulis bersama ekonom Universitas Peking, Su Jian, digabungkan dari angka-angka Komisi Kesehatan Nasional.

Baca juga: China Kembali Gelar Festival Es dan Salju Terbesar di Dunia

Para ahli juga memakai statistik resmi lainnya termasuk angka pendaftaran sekolah, rumah tangga, dan sensus pemerintah.

Salah satu wilayah paling pada di China, Qingdao, melaporkan angka kelahiran antara Januari-November 2018 turun 21 persen menjadi 81.000 dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, Biro Statistik China diperkirakan akan merilisi angka kelahiran nasional 2018 pada akhir bulan ini.



Close Ads X