Polisi Perancis Tangkap Pemimpin Massa Rompi Kuning

Kompas.com - 03/01/2019, 17:13 WIB
Eric Drouet, pemimpin gerakan rompi kuning (Gilets jaunes), bersama dengan pengacaranya Kheops Lara (kanan) ketika meninggalkan gedung pengadilan Paris, 23 Desember 2018. (AFP/Francois Guillot) Eric Drouet, pemimpin gerakan rompi kuning (Gilets jaunes), bersama dengan pengacaranya Kheops Lara (kanan) ketika meninggalkan gedung pengadilan Paris, 23 Desember 2018. (AFP/Francois Guillot)

PARIS, KOMPAS.com - Kepolisian Perancis menahan salah satu pemimpin massa rompi kuning yang mengomandokan demonstrasi anti-pemerintah.

AFP melaporkan, penangkapan terhadap Eric Drouet dilakukan pada Rabu (2/1/2019) malam. Dia ditahan atas tudingan mengatur aksi protes yang tidak berizin.

Drouet ditahan ketika menuju ke Champs-Elysees, yang merupakan lokasi bentrokan penuh kekerasan pada bulan lalu ketika massa rompi kuning menggelar aksi protes.

Baca juga: Pascaaksi Unjuk Rasa Rompi Kuning, Perancis Segera Naikkan Gaji Polisi

"Itu disebut menghormati aturan hukum," kata Menteri Ekonomi Bruno Le Maire ketika mengomentari penangkapan para penentang pemerintah.

"Itu normal ketika Anda melanggar hukum negara, Anda harus menghadapi konsekuensi," imbuhnya.

Saat penangkapan, dia terlihat dipaksa masuk ke mobil polisi oleh puluhan polisi anti-huru hara dengan alat pelindung.

Drouet merupakan seorang sopir truk yang muncul di televisi sebagai juru bicara massa rompi kuning. Dia juga telah menyerukan aksi demonstrasi dalam sebuah video yang diunggah di halaman Facebook-nya.

Massa memilih mengenakan rompi kuning karena memiliki tingkat visibiltas tinggi.

Protes dimulai oleh warga pedesaan Perancis pada November 2018 atas pajak bahan bakar, yang kemudian meluas hingga mengkritik gaya pemerintahan Presiden Emmanuel Macron.

Unjuk rasa tak jarang berakhir ricuh dan bentrok dengan polisi, termasuk di Paris dan kota-kota besar lainnya.

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X