Polisi China Tangkap Pria Berpakaian Nazi di Taman Pahlawan - Kompas.com

Polisi China Tangkap Pria Berpakaian Nazi di Taman Pahlawan

Kompas.com - 02/01/2019, 21:49 WIB
Li (18) ditahan karena mengenakan seragam Nazi Jerman di sebuah taman yang didedikasikan untuk para pahlawan perang China di Hangzhou, provinsi Zhejiang. (Weibo via SCMP) Li (18) ditahan karena mengenakan seragam Nazi Jerman di sebuah taman yang didedikasikan untuk para pahlawan perang China di Hangzhou, provinsi Zhejiang. (Weibo via SCMP)

HANGZHOU, KOMPAS.com - Polisi di China menangkap seorang pria berusia 18 tahun karena memakai seragam militer Nazi Jerman.

Melansir SCMP, Rabu (2/1/2019), insiden itu terjadi pada Minggu malam lalu di Hangzhou, provinsi Zhejiang di sebuah taman yang didedikasikan bagi pahlawan.

Pria bernama Li berasal dari provinsi Henan mengunjungi Beiganshan Martyrs Memorial Park di distrik Xiaoshan.

Baca juga: Tergiur Hadiah Uang, Nelayan China Mulai Gencar Buru Alat Mata-mata Bawah Air

Li mengenakan seragam militer yang memiliki motif nampak seperti Nazi. Usai berfoto, Li mengunggahnya ke media sosial dengan kutipan terkait soal musim dingin.

"Dingin sekali, tapi saya merasa puas," tulisnya.

Kemudian, unggahannya dibagikan oleh warganet yang marah di media sosial mirip Twitter, Weibo.

"Berfoto dengan seragam militer berlogo Nazi di taman pahlawan??? Jika ini tidak mengotori martir, lalu saya tidak tahu apa itu," tulisnya.

Respons itu selanjutnya dilihat oleh polisi di wilayah Xiaoshan dan melacak keberadaan Li.

Pria tersebut ditangkap pada Senin (31/12/2018) sore karena dianggap memicu pertengkaran dan memprovokasi masalah.

Li mengaku tidak bermaksud membuat marah siapa pun dan mengenakan seragam itu hanya untuk bersenang-senang.

Namun, tindakan Li disebut sebagai pelanggaran atas Undang-Undang Perlindungan Pahlawan dan Martir, yang mulai berlaku pada Mei lalu.

Baca juga: Ilmuwan China Berhasil Ubah Tembaga Jadi Emas Berharga

Kasus semacam ini bukan yang pertama kali terjadi di China. Pada Oktober lalu, seorang pria ditangkap karena memimpin sekelompok orang berpakaian tentara kekaisaran Jepang di Jiangsu.

Pada Februari 2018, dua orang ditahan selama 15 hari karena berpose dengan seragam militer Jepang di Nanjing.


Terkini Lainnya

Perlukah Wali Murid Memprotes Sekolah atau Pemerintah?

Perlukah Wali Murid Memprotes Sekolah atau Pemerintah?

Edukasi
Komisi III Sepakat Lakukan Eksaminasi untuk Kasus Baiq Nuril

Komisi III Sepakat Lakukan Eksaminasi untuk Kasus Baiq Nuril

Nasional
Mengaku Anggota Polda Jabar, Polisi Gadungan Tipu Korbannya hingga Puluhan Juta Rupiah

Mengaku Anggota Polda Jabar, Polisi Gadungan Tipu Korbannya hingga Puluhan Juta Rupiah

Regional
Nelayan Ini Kritik Menteri Susi di Hadapan Presiden Jokowi

Nelayan Ini Kritik Menteri Susi di Hadapan Presiden Jokowi

Nasional
Usai Buang Air, Penumpang EVA Air Paksa Pramugari Bersihkan Bokongnya

Usai Buang Air, Penumpang EVA Air Paksa Pramugari Bersihkan Bokongnya

Internasional
Dokter Forensik: Sebelum Dibakar, Mayat Perempuan di Spring Bed Dibunuh Lebih Dulu

Dokter Forensik: Sebelum Dibakar, Mayat Perempuan di Spring Bed Dibunuh Lebih Dulu

Regional
Kapal Selam Nuklir AL Inggris Nyaris Tabrakan dengan Kapal Feri

Kapal Selam Nuklir AL Inggris Nyaris Tabrakan dengan Kapal Feri

Internasional
Bawaslu Ciamis Temukan 210 Tabloid Diduga Berisi Hoaks Pilpres di 12 Kecamatan

Bawaslu Ciamis Temukan 210 Tabloid Diduga Berisi Hoaks Pilpres di 12 Kecamatan

Regional
Wapres Kalla Sebut Pembebasan Ba'asyir Tak Bergantung Kehendak Negara Lain

Wapres Kalla Sebut Pembebasan Ba'asyir Tak Bergantung Kehendak Negara Lain

Nasional
Polisi Tangkap Preman yang Lakukan Penodongan di Tanjung Priok

Polisi Tangkap Preman yang Lakukan Penodongan di Tanjung Priok

Megapolitan
Mochtar Riady: 'AI & Big Data' Kunci Pendidikan di Era Revolusi 4.0

Mochtar Riady: "AI & Big Data" Kunci Pendidikan di Era Revolusi 4.0

Edukasi
Datangi Istana, Pimpinan Ormas Islam Doakan Jokowi Menang Pilpres

Datangi Istana, Pimpinan Ormas Islam Doakan Jokowi Menang Pilpres

Nasional
Ada Anting di Dekat Mayat yang Terbakar di Spring Bed, Polisi Tes DNA 1 Keluarga

Ada Anting di Dekat Mayat yang Terbakar di Spring Bed, Polisi Tes DNA 1 Keluarga

Regional
Guru Madin, Ustaz TPQ dan Pengasuh Pondok Pesantren Jateng Akan Dapat Insentif

Guru Madin, Ustaz TPQ dan Pengasuh Pondok Pesantren Jateng Akan Dapat Insentif

Regional
Diadukan OSO ke 4 Lembaga, Ini Kata KPU

Diadukan OSO ke 4 Lembaga, Ini Kata KPU

Nasional

Close Ads X