Trump Menantikan Pertemuan Baru dengan Kim Jong Un - Kompas.com

Trump Menantikan Pertemuan Baru dengan Kim Jong Un

Kompas.com - 02/01/2019, 15:03 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.AFP PHOTO/MANDEL NGAN Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menantikan pertemuan dengan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un.

Pernyataan itu diucapkan setelah Kim memberikan pidato Tahun Baru dengan melontarkan peringatan terkait proses denuklirisasi.

Baca juga: Dalam Pidato Tahun Barunya, Kim Jong Un Peringatkan AS

"Saya tentu sangat menantikan pertemuan dengan Pemimpin Kim yang menyadari dengan baik Korut mempunyai potensi ekonomi bagus," ujar Trump di Twitter dikutip AFP, Rabu (2/1/2019).

Kedua pemimpin itu menjadi perbincangan dunia setelah menggelar pertemuan bersejarah di Singapura pada 12 Juni 2018 lalu.

Dalam pertemuan itu, Trump dan Kim menandatangani deklarasi yang sebagian isinya antara lain melaksanakan denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Namun, perundingan menjadi macet setelah AS dan Korut sama-sama bersikukuh dengan pengertian "denuklirisasi" menurut mereka.

Pyongyang mengeluhkan sikap AS yang terus memaksakan denuklirisasi "terverifikasi dan menyeluruh" versi mereka dengan gaya "gangster".

Korut menginginkan Washington bisa mencabut sanksi yang diberikan sebelum mereka menyerahkan senjata nuklir dan program balistik.

Spekulasi soal pertemuan kedua Trump dan Kim mulai merebak karena Presiden AS berharap dia bisa bertemu pada awal 2019 ini.

Namun, proposal supaya Kim berkunjung ke Seoul, ibu kota Korea Selatan (Korsel), pada Desember lalu tidak menjadi kenyataan.

Sebelumnya dalam pidato Tahun Baru, Kim mendesak agar sanksi kepada Korut dicabut setelah dia tak lagi melakukan tes rudal maupun nuklir.

Dia menuturkan masih berkomitmen untuk melaksanakan denuklirisasi sembari meminta AS mengambil sikap yang sama dengan mereka.

"Jika tidak, kami terpaksa mengambil langkah baru untuk melindungi kepentingan dan kedaulatan negara kami," ancam Kim.

Harian Korsel, Hankook Ilbo, dalam ulasannya memaparkan pernyataan Kim didesain untuk menghidupkan kembali momentum negosiasi.

Namun, pada saat bersamaan pidato pemimpin berusia 35 tahun itu menegaskan bahwa dia tidak akan bisa didorong oleh pihak mana pun.

Baca juga: Pakar: 2019 Bakal Jadi Tahun Dramatis bagi Trump dan Kim Jong Un


Terkini Lainnya

Tertimbun Salju saat Bermain, Gadis 12 Tahun di Chicago Meninggal

Tertimbun Salju saat Bermain, Gadis 12 Tahun di Chicago Meninggal

Internasional
Sudirman Said Pastikan BPN Tak Masalah jika Najwa Shihab Jadi Moderator Debat Kedua

Sudirman Said Pastikan BPN Tak Masalah jika Najwa Shihab Jadi Moderator Debat Kedua

Nasional
Perlukah Wali Murid Memprotes Sekolah atau Pemerintah?

Perlukah Wali Murid Memprotes Sekolah atau Pemerintah?

Edukasi
Komisi III Sepakat Lakukan Eksaminasi untuk Kasus Baiq Nuril

Komisi III Sepakat Lakukan Eksaminasi untuk Kasus Baiq Nuril

Nasional
Mengaku Anggota Polda Jabar, Polisi Gadungan Tipu Korbannya hingga Puluhan Juta Rupiah

Mengaku Anggota Polda Jabar, Polisi Gadungan Tipu Korbannya hingga Puluhan Juta Rupiah

Regional
Nelayan Ini Kritik Menteri Susi di Hadapan Presiden Jokowi

Nelayan Ini Kritik Menteri Susi di Hadapan Presiden Jokowi

Nasional
Usai Buang Air, Penumpang EVA Air Paksa Pramugari Bersihkan Bokongnya

Usai Buang Air, Penumpang EVA Air Paksa Pramugari Bersihkan Bokongnya

Internasional
Dokter Forensik: Sebelum Dibakar, Mayat Perempuan di Spring Bed Dibunuh Lebih Dulu

Dokter Forensik: Sebelum Dibakar, Mayat Perempuan di Spring Bed Dibunuh Lebih Dulu

Regional
Kapal Selam Nuklir AL Inggris Nyaris Tabrakan dengan Kapal Feri

Kapal Selam Nuklir AL Inggris Nyaris Tabrakan dengan Kapal Feri

Internasional
Bawaslu Ciamis Temukan 210 Tabloid Diduga Berisi Hoaks Pilpres di 12 Kecamatan

Bawaslu Ciamis Temukan 210 Tabloid Diduga Berisi Hoaks Pilpres di 12 Kecamatan

Regional
Wapres Kalla Sebut Pembebasan Ba'asyir Tak Bergantung Kehendak Negara Lain

Wapres Kalla Sebut Pembebasan Ba'asyir Tak Bergantung Kehendak Negara Lain

Nasional
Polisi Tangkap Preman yang Lakukan Penodongan di Tanjung Priok

Polisi Tangkap Preman yang Lakukan Penodongan di Tanjung Priok

Megapolitan
Mochtar Riady: 'AI & Big Data' Kunci Pendidikan di Era Revolusi 4.0

Mochtar Riady: "AI & Big Data" Kunci Pendidikan di Era Revolusi 4.0

Edukasi
Datangi Istana, Pimpinan Ormas Islam Doakan Jokowi Menang Pilpres

Datangi Istana, Pimpinan Ormas Islam Doakan Jokowi Menang Pilpres

Nasional
Ada Anting di Dekat Mayat yang Terbakar di Spring Bed, Polisi Tes DNA 1 Keluarga

Ada Anting di Dekat Mayat yang Terbakar di Spring Bed, Polisi Tes DNA 1 Keluarga

Regional

Close Ads X