Kompas.com - 31/12/2018, 17:50 WIB
Masyarakat melewati jalan yang banjir di kota Baao di provinsi Camarines Sur pada Minggu (30/12/2018), usai badai Usman melanda wilayah di Filipina pada Sabtu (29/12/2018). (AFP/Simvale Sayat) Masyarakat melewati jalan yang banjir di kota Baao di provinsi Camarines Sur pada Minggu (30/12/2018), usai badai Usman melanda wilayah di Filipina pada Sabtu (29/12/2018). (AFP/Simvale Sayat)

MANILA, KOMPAS.com - Korban tewas akibat badai yang melanda Filipina naik menjadi 68 orang dan jumlahnya diperkirakan semakin mningkat.

BBC melaporkan, Senin (31/12/2018), badai Usman memporakporandakan wilayah Bicol di sebelah tenggara Manila pada Sabtu lalu.

Sejauh ini, sebanyak 17 orang dinyatakan hilang. Sementara korban jiwa kebanyakan berasal dari Bicol, daerah yang bergunung-gunung.

Baca juga: Badai Salju Menyapu Wilayah Carolina Utara, 1 Orang Tewas

Sebanyak 11 korban di antaranya tewas di pulau Samar karena tanah longsor dan tenggelam.

"Saya khawatir ini (angka kematian) masih akan meningkat karena ada banyak daerah yang masih harus kami bersihkan," kata Claudio Yucot, direktur pertahanan sipil Bicol.

AFP mewartakan, meski tidak disertai angin yang begitu kencang, tapi badai Usman membawa hujan lebat yang menyebabkan banjir dan memicu tanah longsor di beberapa daerah.

Banyak orang tidak berhasil mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.

Penyebabnya, badai Usman tidak cukup kuat untuk dikategorikan sebagai topan dalam sistem peringatan badai versi pemerintah.

"Orang-orang terlalu percaya diri karena mereka dalam masa liburan (Natal) dan tidak ada peringatan topan tropis," ucap Yucot.

Meski badai Usman telah mengarah ke barat menjauhi Filipina, banyak wilayah terdampak masih mengalami hujan musiman sehingga menghambat upaya penyelamatan dan pemulihan.

Hingga kini lebih dari 40.000 orang mengungsi di seluruh negeri karena badai.

Baca juga: Anaknya Tewas saat Badai Florence, Seorang Ibu di AS Justru Diadili

Sebagai informasi, rata-rata ada 20 topan dan badai menyerang Filipina setiap tahun, menewaskan ratusan orang.

Topan Super Haiyan pernah menghilangkan lebih dari 7.360 nyawa penduduk di seluruh Filipina pada 2013.



Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X