30 Anak Rusia dari Orangtua Anggota ISIS Dipulangkan ke Negaranya

Kompas.com - 31/12/2018, 12:45 WIB
Ketua Ombudsman Hak Anak Rusia Anna Kuznetsova bersama anak-anak dari orangtua yang merupakan anggota ISIS berada dalam perjalanan pulang dari Irak.deti.gov.ru via Russian Today Ketua Ombudsman Hak Anak Rusia Anna Kuznetsova bersama anak-anak dari orangtua yang merupakan anggota ISIS berada dalam perjalanan pulang dari Irak.

MOSKWA, KOMPAS.com - Sebanyak 30 anak Rusia dari orangtua yang merupakan anggota Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) dilaporkan telah kembali ke negaranya.

Diwartakan Russian Today Minggu (30/12/2018), pesawat yang mengangkut 14 anak laki-laki dan 16 bocah perempuan mendarat di Bandara Zhukovsky, Moskwa, dari ibu kota Irak, Baghdad.

Pemimpin Chechen Ramzan Kadyrov melalui akun Telegram mengonfirmasi, 24 di antaranya berasal dari Dagestan, dan sisanya berasal dari Chechnya.

Baca juga: Kakaknya Dituduh Anggota ISIS, Menteri Baru Irak Mengundurkan Diri

Dilansir AFP, Kadyrov menyatakan kepulangan 30 anak itu merupakan pemenuhan janji yang dilontarkan Presiden Vladimir Putin.

"Jika anak-anak itu tidak segera diselamatkan, mereka bakal menjadi target pasukan khusus dari negara lain," tutur Kadyrov.

Sumber dari diplomat Rusia mengungkapkan, ayah dari anak-anak berusia 3-10 tahun itu tewas dalam perang antara ISIS dan Irak sejak 2015.

Kantor berita Rusia Interfax melaporkan, anak-anak itu bakal segera menjalani pemeriksaan khusus di Pusat Kesehatan Anak Moskwa.

Dinas keamanan Rusia menyebut, ada ribuan orang Negeri "Beruang Merah" memilih bergabung dengan ISIS sambil membawa keluarganya.

Lebih dari 120 anak ditahan bersama ibu mereka di penjara Irak, dan mengeluarkan mereka membutuhkan kerja sama dari beberapa kementerian Rusia.

Termasuk Ombudsman Hak Anak yang diketuai Anna Kuznetsova yang terbang langsung ke Baghdad untuk mengurus kepulangan mereka.

Dia membawa peralatan medis serta psikolog dan bertemu dengan kloter pertama anak-anak itu. Kuznetsova membawakan makanan dan mendampingi mereka saat pulang.

Sebelumnya, dia menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri Irak Adel Abdul-Mahdi, dan mengucapkan terima kasih karena sudah membantunya mengurus kepulangan anak-anak itu.

Selama pertemuan, Mahdi menekankan sekat tegas harus dibuat untuk membedakan maka isu kemanusiaan dan mana organisasi teroris.

"Mereka (anak-anak) juga merupakan korban," tutur perdana menteri 76 tahun yang menjabat sejak 25 Oktober lalu tersebut.

Lebih dari 300 orang, termasuk di antaranya 100 orang asing, mendapat hukuman mati maupun penjara seumur hidup karena bergabung dengan ISIS.

Irak mendeklarasikan kemenangan melawan ISIS ketika mantan PM Haider al-Abadi mengumumkannya pada Desember 2017 lalu.

Namun anggota mereka diyakini masih bersembunyi dan sewaktu-waktu bisa saja melaksanakan serangan hit-and-run.

Baca juga: Wanita Anggota ISIS Dituduh Biarkan Bocah 5 Tahun Tewas Kehausan



Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X