Kompas.com - 31/12/2018, 11:11 WIB

Selama menjabat sebagai gubernur, Salman juga telah berperan dalam mempererat hubungan kerja sama antara Arab Saudi dengan sejumlah negara di kawasan Arab, seperti Kuwait, Bahrain, dan Qatar.

Pada 5 November 2011, Salman dipercaya untuk menjabat sebagai Wakil Kedua Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Arab Saudi.

Dia juga dimasukkan sebagai anggota Dewan Keamanan Nasional (NSC) pada hari yang sama.

Pengalaman Salman dalam menjalin hubungan internasional, termasuk dengan negara-negara Barat, selama menjabat sebagai gubernur Riyadh turut menjadi pertimbangan pengangkatannya selaku menteri pertahanan.

Selaku Menteri Pertahanan, Salman melanjutkan kebijakan kerajaan dalam mengintervensi situasi di Bahrain yang tengah diguncang gerakan anti-pemerintahan.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Mao Zedong, Bapak Pendiri Republik Rakyat China

Sebagai pemimpin sektor pertahanan, Salman turut meningkatkan kekuatan pertahanan Arab Saudi. Selama dijabat olehnya, pada 2013, pengeluaran kerajaan Arab Saudi di bidang militer mengalami peningkatan yang luar biasa, hingga mencapai 67 miliar dollar AS.

Salman juga yang kemudian memimpin militer Arab Saudi untuk bergabung bersama dengan AS dan negara Arab lainnya, membentuk koalisi untuk melawan organisasi teroris ISIS di Irak dan Suriah pada 2014.

Menjadi Pangeran Mahkota

Pangeran Salman bin Abdulaziz resmi diangkat sebagai pangeran mahkota pada 18 Juni 2012, menyusul kematian pangeran mahkota sebelumnya, Pangeran Nayef. Dia juga ditunjuk menjadi Wakil Pertama Perdana Menteri.

Penunjukkan Pangeran Salman sebagai pangeran mahkota dipandang sejumlah pihak sebagai upaya Raja Abdullah untuk meneruskan reformasi di Arab Saudi.

Pangeran Salman juga diyakini akan lebih fokus pada peningkatan ekonomi negara daripada melakukan perubahan politis.

Pada 27 Agustus 2012, Pengadilan Kerajaan mengumumkan bahwa Pangeran Salman ditunjuk untuk menjalankan tugas urusan negera selama Raja Abdullah keluar negeri.

Selama menjadi pangeran mahkota, Pangeran Salman juga dikenal dengan kedermawanannya terhadap negara-negara Muslim yang miskin, seperti Somalia, Sudan, Bangladesh, dan Afghanistan.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Pu Yi, Kaisar Terakhir China

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.