Kompas.com - 31/12/2018, 11:11 WIB
Salman bin Abdulaziz Al-Saud, saat masih menjadi pangeran pada 2010. AFP / RAVEENDRANSalman bin Abdulaziz Al-Saud, saat masih menjadi pangeran pada 2010.

Selama menjabat sebagai gubernur, Salman juga telah berperan dalam mempererat hubungan kerja sama antara Arab Saudi dengan sejumlah negara di kawasan Arab, seperti Kuwait, Bahrain, dan Qatar.

Pada 5 November 2011, Salman dipercaya untuk menjabat sebagai Wakil Kedua Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Arab Saudi.

Dia juga dimasukkan sebagai anggota Dewan Keamanan Nasional (NSC) pada hari yang sama.

Pengalaman Salman dalam menjalin hubungan internasional, termasuk dengan negara-negara Barat, selama menjabat sebagai gubernur Riyadh turut menjadi pertimbangan pengangkatannya selaku menteri pertahanan.

Selaku Menteri Pertahanan, Salman melanjutkan kebijakan kerajaan dalam mengintervensi situasi di Bahrain yang tengah diguncang gerakan anti-pemerintahan.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Mao Zedong, Bapak Pendiri Republik Rakyat China

Sebagai pemimpin sektor pertahanan, Salman turut meningkatkan kekuatan pertahanan Arab Saudi. Selama dijabat olehnya, pada 2013, pengeluaran kerajaan Arab Saudi di bidang militer mengalami peningkatan yang luar biasa, hingga mencapai 67 miliar dollar AS.

Salman juga yang kemudian memimpin militer Arab Saudi untuk bergabung bersama dengan AS dan negara Arab lainnya, membentuk koalisi untuk melawan organisasi teroris ISIS di Irak dan Suriah pada 2014.

Menjadi Pangeran Mahkota

Pangeran Salman bin Abdulaziz resmi diangkat sebagai pangeran mahkota pada 18 Juni 2012, menyusul kematian pangeran mahkota sebelumnya, Pangeran Nayef. Dia juga ditunjuk menjadi Wakil Pertama Perdana Menteri.

Penunjukkan Pangeran Salman sebagai pangeran mahkota dipandang sejumlah pihak sebagai upaya Raja Abdullah untuk meneruskan reformasi di Arab Saudi.

Pangeran Salman juga diyakini akan lebih fokus pada peningkatan ekonomi negara daripada melakukan perubahan politis.

Pada 27 Agustus 2012, Pengadilan Kerajaan mengumumkan bahwa Pangeran Salman ditunjuk untuk menjalankan tugas urusan negera selama Raja Abdullah keluar negeri.

Selama menjadi pangeran mahkota, Pangeran Salman juga dikenal dengan kedermawanannya terhadap negara-negara Muslim yang miskin, seperti Somalia, Sudan, Bangladesh, dan Afghanistan.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Pu Yi, Kaisar Terakhir China

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X