Kompas.com - 31/12/2018, 07:50 WIB


4. Pembunuhan Jamal Khashoggi
Jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi dilaporkan menghilang setelah memasuki gedung konsulat di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.

Saat itu jurnalis berusia 59 tahun tersebut dilaporkan menghilang ketika mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannya, Hatice Cengiz.

Penyelidikan dilakukan, dengan sumber dari otoritas Turki mengatakan Khashoggi tewas dibunuh oleh tim eksekutor beranggotakan 15 orang.

Baca juga: Menlu Turki: 7 Menit Rekaman Pembunuhan Khashoggi Sangat Menjijikkan

Berdasarkan keterangan sumber tersebut, Khashoggi dibunuh dan jenazahnya dimutilasi oleh dokter bedah yang bernama Salah al-Tubaigy.

Setelah dimutilasi, sumber itu menerangkan potongan jenazah Khashoggi dilenyapkan menggunakan cairan asam dan dibuang.

Otoritas Turki mengklaim telah memperoleh rekaman bukti pembunuhan Khashoggi, dan sudah didengarkan negara lain seperti Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA).

Dalam rekaman itu, Khashoggi dilaporkan sempat diminta untuk kembali ke Saudi oleh salah satu anggota tim eksekutor yang direspon penolakan.

Dalam transkrip rekaman, pelaku kemudian mencekik Khashoggi di mana sang jurnalis sempat melontarkan kata-kata terakhir "aku tak bisa bernapas" sebelum tewas.

Kasus Khashoggi menimbulkan sorotan komunitas internasional terhadap Saudi, terutama kepada Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).

MBS disorot karena dia dianggap sebagai sosok yang memerintahkan pembunuhan kepada kolumnis The Washington Post tersebut.

Apalagi dalam pesan WhatsApp dengan koleganya, Khashoggi sempat menyebut putra mahkota berusia 33 tahun itu sebagai binatang buas.

Riyadh yang awalnya bersikeras bahwa Khashoggi telah meninggalkan gedung akhirnya mengakui dia tewas karena pembunuhan berencana.

Saudi yang menyatakan MBS tak terlibat pembunuhan itu mengumumkan telah menangkap 21 orang, dengan lima di antaranya dituntut hukuman mati.

Di tengah sorotan dunia akan kaasus Khashoggi, Raja Salman mengeluarkan dekrit kerajaan berisi perombakan kabinet (reshuffle).

Baca juga: Transkrip Detik-detik Pembunuhan Jamal Khashoggi Terungkap

5. Trump Umumkan Penarikan Pasukan dari Suriah
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat pernyataan mengejutkan ketika mengunggah video pendek di Twitter-nya 19 Desember lalu.

Saat itu, Trump mengumumkan bakal menarik pasukan dari Suriah setelah mendeklarasikan kemenangan melawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Baca juga: Trump Deklarasikan Kemenangan atas ISIS di Suriah

Pernyataan itu mengejutkan banyak negara sekutu, termasuk milisi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang selama ini menjadi tulang punggung dalam memerangi ISIS.

Dalam laporan yang beredar, keputusan Trump memulangkan prajurit AS di Suriah terjadi setelah dia berbicara dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melalui telepon.

Saat itu, Erdogan menanyakan mengapa pasukan AS masih berada di Suriah jika ISIS sudah kehilangan hampir seluruh wilayahnya.

Selain itu, Erdogan juga berjanji bakal membersihkan kantong pertahanan terakhir ISIS yang disambut dengan kebijakan Trump tersebut.

Selain Suriah, presiden berusia 72 tahun itu juga dilaporkan berencana menarik setengah dari 14.000 pasukan AS yang bermarkas di Afghanistan.

Baca juga: Pentagon: Perintah Menarik Pasukan dari Suriah Sudah Ditandatangani

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.