Kompas.com - 30/12/2018, 18:19 WIB

Pihak oposisi mengatakan, lebih dari 15.000 aktivisnya ditahan selama kampanye sehingga menghancurkan mobilisasi dukungan.

Pemimpin Bangladesh saat ini dipuji karena dianggap berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi negara Asia yang miskin tersebut selama satu dekade berkuasa.

Dia juga mengambil kebijakan untuk menampung pengungsi warga etnis Rohingya yang melarika diri dari Myanmar.

Namun, kritikus menudingnya membiarkan otoriter tumbuh dan melumpuhkan oposisi, termasuk memenjarakan saingan terberatnya Khaleda Zia yang dituding korupsi.

Baca juga: Jelang Pemilu, 10.500 Aktivis Oposisi Ditahan Otoritas Bangladesh

Pemerintah Amerika Serikat bahkan menyuarakan keprihatinan atas kredibilitas pemilu di negara tersebut.

"Ini bukan pemilu yang bebas dan adil. Ini lebih kepada pemilu yang dikendalikan," kata diplomat Barat, yang enggan disebutkan namanya.

Sebanyak 104 juta pemilih menggunakan haknya dalam pemungutan suara akan ditutup pada pukul 16.00 waktu setempat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.