Kisah Pahlawan Perancis Selamatkan 350 Anak Yahudi selama Perang Dunia II - Kompas.com

Kisah Pahlawan Perancis Selamatkan 350 Anak Yahudi selama Perang Dunia II

Kompas.com - 30/12/2018, 10:35 WIB
Georges Loinger (kiri) dianugerahi dengan gelar Commandeur de la Legion dHonneur di Paris, Perancis, pada  19 September 2005. (AFP/JACQUES DEMARTHON) Georges Loinger (kiri) dianugerahi dengan gelar Commandeur de la Legion dHonneur di Paris, Perancis, pada 19 September 2005. (AFP/JACQUES DEMARTHON)

PARIS, KOMPAS.com - Perancis kehilangan seorang pahlawan bernama Georges Loinger yang meninggal dunia pada usia 108 tahun.

Diwartakan AFP, Sabtu (29/12/2018), Loinger dikenang sebagai pria yag menyelamatkan hidup ratusan anak-anak Yahudi selama Perang Dunia II dengan menggunakan kecerdikan dan kecakapan atletiknya.

Loinger merupakan atlet berbakat dan sepupu dari seniman pantomim yang terkenal, Marcel Marceau.

Pada 1940, dia bergabung dengan tentara pasukan Perancis. Dia sempat ditawan pasukan Jerman dan dikirim ke tahanan kamp perang.

Baca juga: Ketika Sinterklas Berlutut di Hadapan Veteran Perang Dunia II

Rambutnya yang pirang dan mata birunya membuat dia tidak dicurigai sebagai orang Yahudi. Dengan begitu, dia dapat kembali ke Perancis dan bergabung dengan Oeuvre de Secours aux Enfants (OSE).

OSE merupakan sebuah lembaga bantuan untuk anak-anak Yahudi yang didirikan di St Petersburg pada 1912.

Loinger menyelundupkan anak-anak melalui kelompok-kelompok kecil di seberang perbatasan Perancis-Swiss. Dia memakai strategi melempar bola dan menyuruh anak-anak tersebut untuk mengejarnya.

Dalam wawancara yang diterbitkan awal tahun ini, Loinger mengatakan melatih anak-anak untuk berlari sebelum memberitahu mereka untuk bermain bola di dekat perbatasan.

"Saya melemparkan bola sekitar 100 meter ke perbatasan Swiss dan menyuruh anak-anak berlari dan mendapatkan bola," katanya kepada majalah Tablet.

Baca juga: Melihat Kembali Perayaan Natal yang Dilakukan Hitler dan Nazi...

"Mereka mengejar bola dan inilah cara mereka melintas perbatasan," ucapnya.

"Setelah itu, Italia meninggalkan Perancis dan Jerman masuk. Terlalu berbahya untuk bermain bola dengan anak-anak," imbuhnya.

Selain itu, Loinger juga mendadani anak-anak sebagai pelayat dan membawa mereka ke pemakaman yang temboknya berbatasan dengan sisi perbatasan Perancis.

Dengan tangga milik penggali kubur, para "pelayat" itu memanjang dinding dan menuju perbatasan yang jaraknya hanya beberapa meter.

Anak-anak yang diselamatkan biasanya orangtuanya telah dibunuh atau dikirim ke kamp konsentrasi Nazi.

Usai diselamatkan oleh Loinger dan juga penyelamat lainnya antara April 1943-Juni 1944, mereka berada di bawah tanggung jawab OSE.

Baca juga: Ketika Sinterklas Berlutut di Hadapan Veteran Perang Dunia II

Loinger sendiri diyakini telah menyelamatkan nyawa setidaknya 350 anak-anak.

Pria kelahiran Strasbourg pada 1910 itu wafat pada Jumat lalu. Holocaust Memorial Foundation bahkan menyebutnya sebagai pria yang luar biasa.

Selama hidupnya, dia dianugerahi Medali Resistance, Military Cross, dan Legion of Honour.



Close Ads X