Wanita Anggota ISIS Dituduh Biarkan Bocah 5 Tahun Tewas Kehausan

Kompas.com - 29/12/2018, 18:47 WIB
Kota Fallujah di Irak yang dibebaskan dari cengkeraman Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pada 2016.AFP/Haidar Mohammed Ali Kota Fallujah di Irak yang dibebaskan dari cengkeraman Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pada 2016.

BERLIN, KOMPAS.com - Seorang perempuan anggota Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) asal Jerman dilaporkan dituntut dengan tuduhan kejahatan perang.

Perempuan yang diidentifikasi bernama Jennifer W itu dituduh telah membiarkan seorang bocah berusia lima tahun tewas kehausan.

Menurut keterangan jaksa penuntut, Jennifer W dan suaminya membeli bocah itu untuk dijadikan budak ketika tinggal di Mosul, Irak, pada 2015.

Baca juga: Pelaku Penembakan Pasar Natal Strasbourg Bersumpah Setia kepada ISIS

Diwartakan AFP via The Guardian Sabtu (29/12/2018), ketika melihat bocah itu sakit dan membasahi kasurnya, suami Jennifer W segera membawanya ke luar rumah.

Di sana, bocah yang tak disebutkan identitasnya itu dihukum dengan dirantai di luar rumah, dan dibiarkan kehausan hingga tewas.

"Terdakwa yang memberikan izin kepada suaminya untuk menghukum anak itu, dan tak melakukan apapun demi menyelamatkannya," demikian pernyataan jaksa penuntut.

Dilansir The Independent, W pertama kali meninggalkan Jerman pada Agustus 2014 dan melewati Turki serta Suriah menuju ke Irak untuk bergabung dengan ISIS.

Perempuan 27 tahun itu direkrut menjadi polisi moral dan berpatroli di Fallujah serta Mosul untuk memastikan setiap perempuan berpakaian dan mematuhi peraturan ISIS.

Antara Juni hingga September 2015, jaksa penuntut berkata dia berpatroli menggunakan senapan serbu, pistol, dan rompi bom bunuh diri.

"Bergabung dalam struktur komando ISIS, dia menerima gaji bulanan hingga 100 dollar AS, atau Rp 1,4 juta," demikian penjelasan jaksa penuntut.

Pada Januari 2016, beberapa bulan setelah bocah itu tewas, W mengunjungi Kedutaan Besar Jerman di Ankara untuk mengurus dokumen identitas baru.

Jaksa menduga semua dokumen identitasnya dimusnahkan karena bergabung dengan ISIS. Dia ditangkap otoritas Turki ketika meninggalkan kedutaan.

Beberapa hari kemudian dia diekstradisi ke Jerman. Karena tak cukup bukti, W dibebaskan dan dipersilakan kembali ke rumahnya di Lower Saxony.

Sejak saat itu, jaksa menjelaskan W berencana untuk kembali ke wilayah yang masih dikuasai oleh ISIS. Dia mencoba pada Juni lalu.

Namun upayanya langsung dihentikan polisi Jerman. Dia ditangkap dan dipenjara. Jika terbukti bersalah, dia terancam dipenjara seumur hidup.

Baca juga: Ditinggal Anak Buahnya, Komandan ISIS Tewas Bertempur Sendirian



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional
2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

Internasional

Close Ads X