Menlu Baru Saudi: Reshuffle Terjadi Bukan karena Kasus Khashoggi

Kompas.com - 29/12/2018, 13:37 WIB
Jamal Khashoggi, jurnalis Arab Saudi yang dibunuh di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober. via Sky NewsJamal Khashoggi, jurnalis Arab Saudi yang dibunuh di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.

RIYADH, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri baru Arab Saudi Ibrahim al-Assaf menegaskan reshuffle yang terjadi bukan disebabkan kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Assaf, mantan Menteri Keuangan 1996-2016, menggantikan Adel al-Jubeir dalam dekrit yang dikeluarkan Raja Salman pada Kamis (27/12/2018).

Banyak yang meyakini reshuffle sebagai upaya untuk menyeimbangkan kebijakan Putra Mahkota Mohammed bin Salman ( MBS) yang menerima sorotan pasca-pembunuhan Khashoggi.

Baca juga: Pembunuhan Khashoggi, MBS Dianggap Lakukan Konsolidasi lewat Reshuffle

MBS dianggap sebagai sosok yang memerintahkan pembunuhan jurnalis 59 tahun itu di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.

Apalagi dalam percakapan WhatsApp dengan kolega, Khashoggi menyebut MBS sebagai binatang buas dan bisa melenyapkan kawan maupun lawan.

Dalam wawancaranya dengan AFP dilansir Jumat (28/12/2018), Assaf mengatakan perombakan itu untuk membuat kinerja menjadi lebih efektif.

"Isu tentang Jamal Khashoggi sangat menyedihkan kami. Sangat menyedihkan mendengarnya," ujar Assaf dari kediamannya di Riyadh.

Namun, dia menegaskan negaranya saat ini tak mengalami krisis karena kasus Khashoggi. "Kami bakal melewati transformasi berpatokan pada reformasi sosial putra mahkota," tuturnya.

Dia menyanggah jika tugasnya sebagai menlu adalah memperbaiki hubungan Saudi dengan negara lain karena kasus pembunuhan Khashoggi.

Menteri 69 tahun itu menyatakan dia tidak perlu memperbaiki apapun karena hubungan Saudi dengan negara sahabat sangatlah luar biasa.

Dia juga membantah kabar Jubeir dicopot dari jabatannya karena dia dianggap gagal menghentikan kritikan internasiohal terkait kasus Khashoggi.

Assaf bersikukuh jabatan baru Jubeir, Menteri Negara Bidang Luar Negeri, bukan demosi dan merupakan pembagian tugas dengan kementeriannya.

"Adel mewakili Arab Saudi dan selamanya bakal terus mewakili negara ini di seluruh dunia. Kami saling memuji satu sama lain," papar Assaf.

Baca juga: Sebelum Dibunuh, Khashoggi Ditawari Minum Secangkir Teh

Khashoggi dibunuh di gedung konsulat ketika mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannya yang merupakan warga negara Turki," Hatice Cengiz.

Sumber dari penyelidik Turki menuturkan Khashoggi dibunuh oleh tim beranggotakan 15 orang, kemudian jenazahnya dilenyapkan menggunakan cairan asam.

Dalam bukti rekaman yang diklaim diperoleh otoritas Turki, Khashoggi terdengar dicekik setelah dia masuk gedung dan jenazahnya dimutilasi.

Riyadh yang awalnya bersikukuh Khashoggi telah meninggalkan gedung akhirnya mengakui sang jurnalis dibunuh oleh tim eksekutor.

Saudi mengumumkan telah menahan 21 orang, dengan lima orang di antaranya dituntut hukuman mati karena diduga terlibat secara langsung dalam pembunuhan.

Baca juga: Buntut Kasus Pembunuhan Khashoggi, Saudi akan Reformasi Badan Intelijennya



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X