Ditinggal AS, Kurdi Suriah Minta Bantuan Assad dan Rusia

Kompas.com - 28/12/2018, 18:08 WIB
Anggota Pasukan Demokratik Suriah (SDF) menghadiri pemakaman salah satu rekan mereka di kota Tal Tamr, pada 21 Desember 2018. AFP/DELIL SOULEIMANAnggota Pasukan Demokratik Suriah (SDF) menghadiri pemakaman salah satu rekan mereka di kota Tal Tamr, pada 21 Desember 2018.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Milisi Kurdi Suriah dilaporkan meminta bantuan kepada pemerintahan Presiden Bashar al- Assad dan juga Rusia.

Permintaan itu disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump mengumumkan rencana penarikan pasukan dari Suriah.

Baca juga: Uni Emirat Arab Buka Kembali Kedutaan Besar di Suriah setelah 7 Tahun

Dilansir Newsweek Kamis (27/12/2018), Pasukan Demokratik Suriah (SDF) menjadi tulang punggung AS dalam memerangi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Namun penarikan pasukan AS dari Suriah membuat SDF, terutama Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), rentan terhadap serangan Turki.

Karena itu, sayap politik SDF mengirim delegasi ke Damaskus dan Moskwa untuk menegosiasikan perlindungan melawan Turki.

Politisi Kurdi Aldar Xelil dikutup Reuters berujar pihakya bakal mengagendakan pertemuan lain untuk meyakinkan rezim Assad untuk membantu mereka.

"Kontak kami dengan Rusia dan juga rezim Suriah dengan jelas bertujuan melindungi perbatasan utara. Kami ingin Rusia juga berperan penting menciptakan stabilitas," ucap Xelil.

Pada 2000, pemerintahan Baathis yang dipimpin ayah Assad, Hafez al-Assad, mempunyai sejarah bekerja sama dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Ankara menganggap PKK sebagai teroris karena konflik yang terjadi dalam 30 tahun terakhir. Adapun YPG dianggap sebagai kepanjangan PKK.

SDF menyebut keputusan Trump untuk memulangkan sekitar 2.000 prajurit AS yang bertugas di Suriah sebagai "tikaman dari belakang".

Sihanouk Dibo, penasihat Partai Persatuan Demokratik Kurdi (PYD) berkata pola hubungan antara pihaknya dengan Suriah adalah peredaan, konfrontasi, dan negosiasi.

Dibo menyebut langkah terakhir merupakan kebijakan yang paling aman, paling disukai, dan tentunya terbaik bagi kedua belah pihak.

"Kami harus berpikir bahwa ini adalah agenda yang membawa semua orang di Suriah menuju kemenangan. Baik rakyat, agama, maupun kebudayaan," tuturnya.

Baca juga: Dalam Pesan Natal, Paus Fransiskus Serukan Damai di Yaman dan Suriah

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Newsweek
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X