Shutdown Pemerintah AS Bakal Berlanjut hingga Akhir Tahun

Kompas.com - 28/12/2018, 09:00 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan wakilnya Mike Pence (dua dari kiri) saat bertemu Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer (kanan) dan Pemimpin House of Representatives Nancy Pelosi (kiri) di Gedung Putih Selasa (11/12/2018). AFP/BRENDAN SMIALOWSKIPresiden Amerika Serikat Donald Trump dan wakilnya Mike Pence (dua dari kiri) saat bertemu Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer (kanan) dan Pemimpin House of Representatives Nancy Pelosi (kiri) di Gedung Putih Selasa (11/12/2018).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Penutupan sebagian layanan atau shutdown parsial pemerintah AS dipastikan masih akan berlangsung hingga awal tahun depan, menyusul tidak tercapainya kesepakatan dalam sidang Kongres yang digelar Kamis (27/12/2018).

Sidang yang digelar setelah jeda libur Natal tersebut hanya berlangsung beberapa menit lantaran anggota Senat yang belum kembali.

Sidang pun diputuskan untuk ditunda hingga Rabu (2/1/2019) pekan depan, atau bertepatan dengan hari terakhir masa tugas anggota Kongres saat ini.

Dengan demikian, shutdown yang sudah berlangsung selama sepekan akan tetap berlanjut hingga setidaknya lima hari kedepan.

Shutdown yang terjadi untuk kali ketiga sepanjang pemerintahan Presiden Donald Trump ini, terjadi setelah Kongres tidak menyetujui permintaan anggaran yang diajukan Trump untuk mendanai Tembok Perbatasan sebesar 5 miliar dollar AS (sekitar Rp 72 triliun).

Baca juga: Trump: Shutdown Tak Berhenti Sebelum Saya Mendapat Tembok Perbatasan

Kongres hanya bersedia memberikan dana 1,3 miliar dollar AS (sekitar Rp 18,9 triliun) untuk proyek Tembok Perbatasan AS-Meksiko.

Sementara Trump menolak menandatangani rancangan undang-undang belanja yang dibutuhkan untuk menjalankan layanan pemerintahan. Pemerintahan AS pun mengalami shutdown parsial terhitung sejak Sabtu (22/12/2018) tengah malam.

Juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders menuding pihak Partai Demokrat telah secara terbuka memilih untuk membiarkan pemerintahan mengalami shutdown untuk melindungi para imigran ilegal daripada warga Amerika.

Dia menambahkan, presiden tidak akan bersedia menandatangani proposal yang tidak memprioritaskan keselamatan dan keamanan negara.

Trump sebelumnya telah menegaskan dirinya tidak akan menyerah sebelum pengajuan Tembok Perbatasannya disetujui.

Baca juga: Pemerintah AS Terancam Tutup Hingga Tahun Depan

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X