Korea Utara Akui Alami Penurunan Hasil Produksi Sektor Pertanian

Kompas.com - 27/12/2018, 15:42 WIB
Dalam foto tanpa tanggal yang dirilis media Korea Utara KCNA pada 10 Juli, terlihat Kim Jong Un berdiri dan tertawa saat berkunjung ke ladang kentang di Samjiyon. AFP/KCNA VIA KNSDalam foto tanpa tanggal yang dirilis media Korea Utara KCNA pada 10 Juli, terlihat Kim Jong Un berdiri dan tertawa saat berkunjung ke ladang kentang di Samjiyon.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemerintah Korea Utara mengakui adanya penurunan yang terjadi pada sektor pertanian di negaranya sepanjang 2018.

Pernyataan tersebut mengingatkan kembali akan hasil laporan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, FAO, yang juga menyebut negara tertutup itu masih akan sangat bergantung pada impor dan bantuan pangan di tahun mendatang.

Perdana Menteri Kabinet Pemerintahan Korea Utara, Pak Pong Ju, menyatakan, penurunan produksi pangan tersebut sebagai dampak kemunduran yang dihasilkan sejumlah pertanian di masa lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan Pak dalam pertemuan nasional pejabat pertanian yang dilangsungkan di Pyongyang, pekan ini.

"Mereka gagal melakukan produksi dan bertanggung jawab dalam manajemen benih, termasuk gagal mendistribusikan jenis keturunan benih yang sesuai," kata Pak seperti dikutip kantor berita KCNA, Kamis (27/12/2018).

Baca juga: PBB: Produksi Pangan Korea Utara pada 2018 Terus Menurun

Perdana menteri menggarisbawahi kebutuhan negara dalam mencapai tujuan produksi biji-bijian yang ditetapkan dalam rencana pengembangan lima tahunan yang berakhir pada 2020.

Dilansir AFP, Pemerintah Korea Utara sejak dipimpin Kim Jong Un, pada 2011, telah tidak lagi ragu untuk menyoroti adanya kekurangan dan kebijakan yang diambil melalui media pemerintah.

Kim bahkan tidak ragu untuk menegur pejabat yang telah dianggapnya tak mampu menjalankan tugas dengan memuaskan.

Sebelumnya diberitakan, PBB dalam laporannya telah menyebut Korea Utara telah gagal mempertahankan produksi bahan pangan pokoknya, beras dan jagung, pada tahun ini.

FAO berpendapat, sebagai dampaknya, Pyongyang harus mengimpor hingga 641.000 ton bahan pangan di tahun mendatang.

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X