Kunjungan ke Irak, Trump Sebut AS Tak Bisa Lagi Jadi Polisi Dunia

Kompas.com - 27/12/2018, 13:05 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania bertemu personel militer Pangkalan Al-Assad Irak dalam kunjungannya Rabu (26/12/2018). AFP/SAUL LOEBPresiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania bertemu personel militer Pangkalan Al-Assad Irak dalam kunjungannya Rabu (26/12/2018).

BAGHDAD, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggunakan kunjungannya yang singkat ke Irak untuk mempertahankan keputusannya terkait penarikan pasukan di Suriah.

Di Pangkalan Al-Assad di barat Irak, Trump menjelaskan kebijakan "America First" yang diusungnya ketika memulangkan pasukan dari Suriah.

Baca juga: Trump Lakukan Kunjungan Kejutan ke Pasukan AS di Irak

Dilansir AFP Kamis (27/12/2018), Trump menyatakan AS tidak bisa selamanya menjadi polisi dunia, dan menegaskan tak ada lagi penundaan untuk menarik pasukan di Suriah.

"Sangat tidak adil jika semua beban harus kami tanggung," kata Trump kepada pasukan AS di Irak. Dia menuturkan AS tak akan dimanfaatkan oleh negara lain untuk melindungi mereka.

"Mereka harus membayar untuk (perlindungan) itu. Pasukan ini tersebar di seluruh dunia, bahkan di negara yang orang belum pernah mendengarnya. Menggelikan," bebernya.

Presiden 72 tahun itu menyatakan dia sempat mendapat saran dari para jenderalnya supaya menunda kepulangan 2.000 personel militer di Suriah.

Pasukan itu, bersama kontingen internasional lain, membantu milisi lokal dalam memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

"Anda tidak bisa menunda-nunda lagi. Sebab Anda sudah mendapat cukup waktu," ujar Trump menirukan perkataannya kepada para jenderalnya.

Dikutip BBC, Trump menjelaskan bahwa misi AS sejak awal adalah mengusir ISIS. "Kami melaksanakannya dengan baik dan kini saatnya untuk mengakhirinya," tuturnya.

Dia berkata tak mempunyai niat untuk menarik pasukan dari Irak. "Malah, mungkin saya bisa menggunakan pangkalan ini jika terjadi sesuatu di Suriah," tuturnya dilansir Sky News.

Trump melakukan kunjungan selama kurang lebih tiga jam bersama Ibu Negara Melania dan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton.

Dia menjelaskan sejatinya telah mengagendakan kunjungan ke Irak, namun harus dibatalkan setelah informasinya bocor ke publik.

Trump mengatakan pembatalan itu karena dia mementingkan keselamatan istrinya. Agenda pertemuan dengan Perdana Menteri Irak Adel Abdel Mahdi juga dibatalkan.

Sebagai gantinya, mereka melakukan percakapan telepon di mana Trump mengundang Mahdi berkunjung ke Washington yang disambut positif oleh sang PM.

Baca juga: Trump kepada Erdogan: Kami Sudah Selesai dengan Suriah



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X