Kompas.com - 27/12/2018, 10:59 WIB

Meski demikian, Song menggarisbawahi penggunaan istilah hasil "target balistik simulasi" yang disebutnya akan berbeda jika menggunakan rudal hipersonik sungguhan.

"Senjata hipersonik memiliki fitur seperti kemampuan manuver dan hampir tidak mungkin untuk dicegat karena melaju dengan kecepatan tinggi," tambahnya.

Selain China, negara yang telah menandatangani kesepakatan pembelian sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia adalah India yang ingin membeli lima unit perangkat canggih tersebut.

Baca juga: Bila Tetap Beli S-400 dari Rusia, India Terancam Sanksi AS

Kesepakatan bernilai 5 miliar dollar AS itu (lebih dari Rp 72 triliun) telah ditandatangani saat kunjungan Presiden Vladimir Putin ke New Delhi pada Oktober lalu.

Sistem pertahana udara S-400 buatan Rusia diklaim mampu mendeteksi dan menjatuhkan sasaran berupa rudal balistik, jet tempur, drone hingga jarak sejauh 600 kilometer dan ketinggian antara 10 hingga 27.000 meter.

Dikatakan sistem tersebut mampu membidik hingga 36 sasaran secara bersamaan dengan kecepatan hingga 4.800 meter per detik dengan 72 rudal dari darat-ke -udara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.