Iran Gelar Pembicaraan dengan Taliban

Kompas.com - 26/12/2018, 17:26 WIB
Anggota Taliban di Distrik Shindand, provinsi Herat, Afghanistan, 27 Mei 2016. AP PHOTOAnggota Taliban di Distrik Shindand, provinsi Herat, Afghanistan, 27 Mei 2016.

TEHERAN, KOMPAS.com - Pejabat keamanan nasional Iran mengatakan, negaranya tengah menggelar pembicaraan dengan kelompok Taliban.

Media Tasnim mengutip Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Shamkhani, seperti dilansir AFP Rabu (26/12/2018).

Baca juga: Taliban Rayakan Rencana AS Tarik Pasukan dari Afghanistan

"Pemerintah Afghanistan sudah mendapat pemberitahuan tentang tindakan kami. Saat ini, pembicaraan masih berlangsung," kata Shamkhani.

Dia memberitahukan rencana tersebut kepada Penasihat Keamanan Nasional Afghanistan Hamdullah Mohib saat berkunjung ke Kabul.

Shamkhani menjelaskan, Iran melangsungkan perundingan dengan Taliban untuk membantu memberikan solusi atas konflik yang terjadi di Afghanistan.

"Iran merupakan salah satu pilar kestabilan di kawasan dan kerja sama dua negara jels bakal memperbaiki isu keamanan Afghanistan," tutur Shamkhani.

Pengumuman itu keluar setelah rekonsiliasi pembicaraan antara Taliban dengan Amerika Serikat ( AS) di Uni Emirat Arab (UEA) pekan lalu.

Taliban menyatakan selain Iran dan AS, mereka juga menggelar pembicaraan dengan UEA, Pakistan, dan Arab Saudi. Namun menolak bertemu dengan perwakilan Afghanistan.

Upaya diplomatik itu terjadi setelah Washington berusaha mencari cara mengakhiri konflik berusia 17 tahun tersebut.

Sumber dari internal pemerintahan AS menyatakan Presiden Donald Trump mempertimbangkan menarik setengah pasukan yang bermarkas di Afghanistan.

Iran sebelumnya bekerja sama dengan AS dan negara Barat lainnya untuk menghancurkan Taliban sejak AS memimpin invasi pada 2001 silam.

Namun negara Barat maupun pejabat Afghanistan menuduh Garda Revolusi Iran dalam beberapa tahun terakhir berusaha meningkatkan hubungan dengan Taliban.

Teheran belum memberi sikap terkait rencana penarikan pasukan AS dari Afghanistan. Namun mereka memuji langkah Washington memulangkan militer di Suriah.

"Keberadaan pasukan AS sejak awal, pada prinsipnya, sudah salah dan merupakan tindakan yang tidak logis," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Bahram Ghasemi.

Baca juga: Jika Anda Taliban, Natal Datang Lebih Awal

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X