Trump: Shutdown Tak Berhenti Sebelum Saya Mendapat Tembok Perbatasan

Kompas.com - 26/12/2018, 09:57 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada konferensi pers di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, Rabu (26/9/2018). (AFP/Nicholas Kamm). Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada konferensi pers di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, Rabu (26/9/2018). (AFP/Nicholas Kamm).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan dia tak akan menghentikan penutupan pemerintahan ( shutdown) parsial yang terjadi sejak pekan lalu.

Shutdown itu tak akan berhenti sebelum Trump mendapatkan dana 5 miliar dollar AS, sekitar Rp 72,9 triliun, untuk membangun tembok perbatasan AS-Meksiko.

Baca juga: Trump: Saya Sendirian di Gedung Putih

Keinginan Trump untuk mendapat dana tembok perbatasan 5 miliar dollar AS tidak mendapat restu dari oposisi Partai Demokrati maupun sebagian politisi Partai Republik.

Mereka hanya menawarkan 1,3 miliar dollar AS, sekitar Rp 18,9 triliun. Imbasnya, Trump menolak menandatangani sebagian pengeluaran negara.

"Saya tak bisa berkata kapan pemerintahan bakal dibuka kembali," kata Trump di Gedung Putih seperti dilansir AFP Selasa (25/12/2018).

"Yang bisa saya katakan adalah ini (shutdown) tak berhenti sebelum kami mendapat tembok, pagar, apapun sebutannya," tegasnya.

Presiden 72 tahun itu menegaskan kembali klaim yang dibuatnya pada Senin (24/12/2018) bahwa dia telah menyepakati kontrak pembangunan 185 km tembok di Texas.

Dia menyatakan bakal mengunjungi perbatasan itu pada akhir Januari mendatang untuk memulai proses pembangunan tembok, dan berharap prosesnya bakal cepat.

Trump berharap dia bisa membangun tembok sekitar 800-885 km dari total 3.218 km perbatasan untuk awal, sementara sisanya bakal direnovasi atau dibangun sebelum Pilpres digelar.

"Bakal butuh kerja keras untuk tembok ini," tuturnya. Dia mengklaim para pegawai negeri yang mengalami furlough (bekerja tak dibayar) juga mendukung pembangunan tembok.

Sementara pemimpin oposisi Chuck Schumer menjelaskan pada akhir pekan bahwa Trump harus membuang ide membangun tembok perbatasannya demi menghentikan shutdown.

Akibat shutdown ini, para pegawai sembilan dari 15 kementerian dan badan negara termasuk Kementerian Luar Negeri maupun Kementerian Kehakiman tak digaji.

Ini merupakan shutdown ketiga yang terjadi di AS sepanjang Trump menjabat. Shutdown pertama terjadi pada Januari lalu, atau tepat setahun dia menjabat.

Baca juga: Shutdown AS Terancam Berlangsung hingga Tahun Baru



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X