Inggris Segera Larang Penjualan Anak Anjing dan Kucing di Toko Hewan Peliharaan

Kompas.com - 25/12/2018, 23:16 WIB
Anak anjing. NineAnak anjing.

LONDON, KOMPAS.com - Pemerintah Inggris akan segera melarang penjualan anak anjing dan kucing dijual di toko hewan peliharaan.

Sebuah langkah yang bertujuan menghentikan eksploitasi dan kekerasan terhadap hewan peliharaan, terutama anjing dan kucing.

Undang-undang baru tersebut akan mulai diberlakukan pada tahun depan setelah mendapat dukungan hingga 95 persen dalam konsultasi publik.

"Setelah resmi diberlakukan maka siapa pun yang ingin membeli atau mengadopsi anak anjing dan kucing di bawah usia enam bulan harus langsung ke peternak atau pusat pemeliharaan hewan," kata Departemen Lingkungan Pangan dan Urusan Pedesaan (Defra) dalam pernyataannya, Minggu (23/12/2018).

Undang-undang baru tersebut diberi nama Hukum Lucy, yang ditujukan untuk mengenang seekor anjing ras Cavalier King Charles Spaniel yang diselamatkan dari sebuah peternakan anak anjing di Wales pada 2013.

Baca juga: Pemerintah Inggris Wacanakan Larangan Jual Anak Anjing dan Kucing

Anak anjing yang kemudian diberi nama Lucy itu mati pada 2016 setelah menghabiskan sebagian besar hidupnya di dalam kandang serta tidak dapat berkembang biak karena kurangnya ruang gerak selama dikurung.

Pemerintah mengharapkan, undang-undang baru itu akan dapat membantu mengakhiri temuan kasus anak anjing yang tidak terawat di peternakan anak anjing, serta mengatasi berbagai masalah kesejahteraan hewan yang ada.

Pemerintah Inggris juga meyakini, undang-undang baru itu akan mencegah para peternak anjing dan kucing, baik yang berlisensi maupun tidak, dari membanjiri toko-toko hewan peliharaan dengan anak-anak anjing dan kucing yang dibesarkan dalam kondisi tak layak.

Langkah pemerintah Inggris yang mengeluarkan sejumlah inisiatif kesejahteraan hewan dalam beberapa bulan terakhir ini diharapkan para aktivis dapat diikuti oleh negara-negara Eropa lainnya.

Baca juga: Anak Anjing Mati akibat Telan Heroin saat di Hutan Bersama Pemiliknya

Sebelumnya di bulan Oktober, pemerintah Inggris telah mengeluarkan larangan terhadap toko hewan peliharaan untuk menjual anak anjing dan kucing di bawah usia delapan minggu.

Selanjutnya, Defra sedang membidik aturan yang mewajibkan semua pusat penyelamatan dan penampungan hewan non-komersial untuk memiliki lisensi.

Defra juga menyerukan kepada masyarakat, khususnya orangtua untuk tidak membelikan anak hewan peliharaan sebagai hadiah Natal.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Internasional
Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X