Terima Undangan Erdogan, Trump Berpeluang Kunjungi Turki Tahun Depan

Kompas.com - 25/12/2018, 14:28 WIB

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan telah menerima undangan dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, membuka peluang pertemuan keduanya pada tahun depan.

Disampaikan juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin, usai pertemuan kabinet di Ankara, Senin (24/12/2018), bahwa Trump ingin berkunjung pada 2019 mendatang. Namun tanggal pasti belum ditentukan.

Kalin mengatakan, Erdogan menyampaikan undangannya kepada Trump selama melakukan panggilan telepon dengan pemimpin AS itu pada akhir pekan lalu, saat membahas penarikan pasukan militer Amerika dari Suriah.

Gedung Putih sebelumnya telah mengkonfirmasi adanya undangan dari Erdogan kepada Trump untuk berkunjung ke Turki.

Baca juga: Trump: Erdogan Janji Sisa Anggota ISIS Bakal Dibersihkan dari Suriah

"Sementara belum ada rencana pasti yang direncanakan, presiden terbuka untuk pertemuan potensial di waktu mendatang," kata pernyataan Gedung Putih, seperti dilansir Aljazeera.

Tahun lalu, Trump telah lebih dulu menjamu Erdogan di Gedung Putih pada bulan Mei.

Sebelum kunjungan Trump, ditambahkan Kalin, delegasi militer AS akan lebih dulu tiba di Turki pada pekan ini untuk membahas sejumlah hal.

"Mereka akan mendiskusikan tentang bagaimana koordinasi (penarikan pasukan) dengan rekanan mereka," ujar Kalin dalam konferensi pers.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Trump sempat berkomunikasi dengan Erdogan sebelum akhirnya dia memutuskan untuk menarik pasukan AS dari Suriah.

Menurut sumber anonim Gedung Putih, Trump dikatakan telah menyampaikan kepada Erdogan bahwa tugas pasukan AS di Suriah telah selesai.

Sementara Erdogan disebut berusaha meyakinkan Trump bahwa Turki akan melanjutkan misi membersihkan sisa-sisa ISIS dari Suriah.

Ankara dikabarkan juga telah mulai mengirimkan pasukannya ke perbatasan Suriah utara yang diyakini sebagai persiapan menggelar operasi militer baru untuk mengusir milisi Kurdi dari negara konflik itu.

Baca juga: Trump kepada Erdogan: Kami Sudah Selesai dengan Suriah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Aljazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.